Perempuan dan Perlindungan Anak

Jumlah Artikel : 64

Ada berbagai sistem hukum yang mengatur perkawinan di Indonesia. Sistem hukum negara mengaturnya melalui Undang-Undang Pokok Perkawinan no. 1/1974 (diubah dengan UU no 16/2019). Namun hukum negara bukanlah satu-satunya acuan hukum bagi seseorang untuk dapat melangsungkan perkawinannya. Di samping hukum negara, ada pula hukum agama (tidak hanya agama-...

Foto: Hariandi Hafid/Yayasan BaKTI

Yang Menolak Tunduk Pada Tradisi

Chatty Hari Sabakodi (30 tahun ) lulus sarjana dari salah satu perguruan tinggi di Kupang, Ibukota Provinsi NTT. Dia bertugas sebagai pendamping kelompok Program Anggaran untuk Rakyat Menuju Sejahtera (Anggur Merah) di salah satu desa di Kabupaten Sumba Tengah. Program ini berupa bantuan tunai kepada setiap desa...

Foto: Dok. Koperasi Mata Mosobu

Desa Poogalampa adalah sebuah desa yang terletak di Kecamatan Batagau, Kabupaten Buton, Provinsi Sulawesi Tenggara. Rata-rata mata pencaharian penduduk desa ini adalah nelayan dan petani.

Di masa pandemi ini, warga tetap berkegiatan. Mereka tetap ke laut dan ke kebun, tetap membawa pulang ikan dan juga hasil bercocok tanam untuk dikonsumsi...

Foto: Website Program MAMPU

Jalan mewujudkan kesetaraan gender di Indonesia masih menemui beberapa tantangan, diantaranya dapat dilihat pada tingkat partisipasi politik dan kesempatan berkontribusi aktif dalam pembangunan yang disebabkan salah satunya karena adanya nilai-nilai patriarki dan konstruksi sosial di masyarakat.  Indeks Pembangunan Gender atau IPG di tahun 2010 sebesar...

Foto: Ichsan Djunaed/Yayasan BaKTI

Bawa lari perempuan untuk dijadikan istri cukup dikenal dalam tradisi di Sumba.  Ini adalah jalan pintas untuk memperistri seorang perempuan idaman dengan cara menculiknya. Seorang perempuan lajang dengan beberapa rekannya pergi ke pasar atau menonton keramaian di kampungnya. Tiba-tiba segerombolan laki-laki yang tak dikenal menangkap dan membekapnya,...

Ilustrasi: Ichsan Djunaed/Yayasan BaKTI

Wabah COVID-19 yang terjadi saat ini, disadari atau tidak telah memberikan dampak yang cukup besar terhadap kaum perempuan. Krisis yang terjadi semakin memperlihatkan bagaimana perempuan seringkali mendapatkan perlakuan diskriminatif serta mengalami tindakan kekerasan, baik kekerasan fisik maupun verbal, dan psikis.

Wabah COVID-19 telah...

Foto: Adwit Pramono/Yayasan BaKTI

Pandemi COVID-19 telah berdampak kepada kelompok komunitas rentan di seluruh dunia, dan perempuan miskin adalah salah satu kelompok yang paling menderita.

Perempuan Indonesia menanggung beban pekerjaan tanpa dibayar, seperti mengasuh anak, karena adanya ketidaksetaraan gender di masyarakat Indonesia dan diskriminasi gender dalam pasar tenaga...

Foto: Yusuf Ahmad/BASICS

Selama masa pandemi COVID-19, kasus kekerasan terhadap anak jumlahnya cukup tinggi. Berdasarkan data SIMFONI (Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak)Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, per 1 Januari  hingga 19 Juni 2020 telah terjadi  3.087 kasus kekerasan terhadap anak, diantaranya 852 kekerasan fisik, 768 psikis,...

Foto: Frans Gosali/Yayasan BaKTI

Pandemi COVID-19 telah mengubah kehidupan sosial masyarakat di seluruh dunia. Salah satu yang fenomenal adalah manusia benar-benar menjadi makhluk domestik. Manusia bekerja dari rumah, beribadah dan belajar di rumah. Menjadi orang rumahan adalah cara efektif untuk memutus penyebaran COVID-19. Jadilah sebagian besar manusia sebagai pekerja di rumah atau...

Foto: Para anggota Balai Perempuan Fatumnasi  (Serlinia R. Anawoli)

Isu pembahasan tentang perempuan sesungguhnya merupakan isu yang belum berujung untuk dibahas dan didiskusikan dalam berbagai bidang kajian, forum ilmiah, ruang kelas, serta dalam berbagai momen baik oleh individu ataupun kelompok organisasi pemerintah dan non-pemerintah. Namun sayangnya, pembahasan mengenai perempuan ini teryata masih lebih mengarah...

Submission Agreement

Terimakasih atas  ketertarikan Anda untuk mengirimkan artikel ke BaKTINews. Dengan menyetujui pernyataan ini, Anda memberikan izin kepada BaKTINews untuk mengedit dan mempublikasikan artikel Anda di situs web dan situs afiliasinya, dan dalam bentuk publikasi lainnya.
Redaksi BaKTINews tidak memberikan imbalan kepada penulis untuk setiap artikel yang dimuat.  Redaksi akan mempromosikan artikel Anda melalui situs kami dan saluran media sosial kami.
Dengan mengirimkan artikel Anda ke BaKTINews dan menandatangani kesepakatan ini, Anda menegaskan bahwa artikel Anda adalah asli hasil karya Anda, bahwa Anda memiliki hak cipta atas artikel ini, bahwa tidak ada orang lain yang memiliki hak untuk ini, dan bahwa konten Artikel Anda tidak mencemarkan nama baik atau melanggar hak, hak cipta, merek dagang, privasi, atau reputasi pihak ketiga mana pun.

Anda menegaskan bahwa Anda setidaknya berusia 18 tahun dan kemampuan untuk masuk ke dalam kesepakatan ini, atau bahwa Anda adalah orang tua atau wali sah dari anak di bawah umur yang menyerahkan artikel.
 
Satu file saja.
batasnya 2 MB.
Jenis yang diizinkan: txt, rtf, pdf, doc, docx, odt, ppt, pptx, odp, xls, xlsx, ods.