Edisi 220 | Juni 2024

Tata Kelola Pemerintahan

Kehadiran Program Inklusi di Kota Ambon sejak tahun 2022, telah menginspirasi banyak pihak untuk mewujudkan spirit inklusivitas dalam berbagai aspek kebijakan dan pembangunan di Kota Ambon.  Seiring waktu dan meluasnya isu inklusif sebagaimana juga tertuang dalam dokumen SDGs (Sustainable Development Goals), perhatian terhadap kelompok rentan dan...

Penulis : R. Jemmy Talakua

Pembangunan Manusia

Bentang alam wilayah Indonesia yang luas dari Sabang hingga Merauke membuat pemerintah harus bekerja lebih keras agar pemerataan pembangunan dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat. Luasnya wilayah negara juga diikuti dengan banyaknya permasalahan sosial ekonomi. Salah satu permasalahan klasik adalah kesenjangan antar daerah. Masih terdapat dikotomi antara...

Penulis : Sumarni Arianto

Setelah sebelumnya membahas tentang konsep pembangunan penghidupan yang inklusif dan berkelanjutan, maka bagian ini akan mencoba menggambarkan bagaimana kondisi pembangunan perdesaan di wilayah program BangKIT. 

Situasi Sistem Pemerintahan Desa

Secara umum desa-desa yang tersebar di wilayah...

Penulis : Urban El Fatih Bani Adam

Mau pattang, mau bosi (Walau gelap malam, walau hujan)

Mange’tonja assikola (Kami tetap pergi sekolah)

Mangetonja assikola (Kami tetap pergi sekolah)

E….. Aule

Rombele appa minang jago… (Rombongan belajar empat memang jago) 

Yel-yel itu selalu digelorakan peserta sekolah adat...

Penulis : Andi Hajramurni
Seorang perempuan belajar di sekolah adat Bowonglangit di dusun Pattallassang, Desa Pao, Kecamatan Tombolo Pao, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. (Project M/Andi Hajramurni)

Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak

Ada beban berlapis-lapis yang harus ditanggung perempuan tenaga kesehatan. Dan pemerintah harus menanganinya segera.

Awal April lalu, Pemerintah Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur memecat 249 tenaga kesehatan (nakes) non-Aparatur Sipil Negara karena berunjuk rasa menuntut kenaikan upah mengikuti standar upah minimum provinsi. Adapun...

Penulis : Clarissa Magdalena
Ilustrasi: magdalene.co

Lingkungan Hidup

“Pangan berkelanjutan itu punya implikasi sebenarnya ke masyarakat yaitu ke sisi sosialnya, ekonominya, juga lingkungannya.Tiga hal ini harus berjalan beriringan.”

Hal ini diungkap Rizki Wahid, atau akrab disapa Kiki. Saban hari, Kiki mengurus Celebes Farm, sebuah usaha yang telah ia rintis sejak tahun 2020. Sekali...

Penulis : Halia Asriyani
Foto: Rizki Wahid, Pendiri Celebes Farm

Kehadiran para pendatang yang membuka toko bahan makanan maupun warung makan yang mencirikan identitas kuliner daerah di luar Papua lambat laun menggeser keragaman pangan lokal ke beras. Hal ini yang kemudian menggeser selera konsumsi generasi muda, kata Kepala Kampung Yoka, Antonius Mebri.

“Kita tidak bisa lawan...

Penulis : Asrida Elisabeth
Ikan merah yang baru diambil dari jaring yang dipasang di Danau Sentani. (Project M/Leo Ohee)

Lainnya

Kopi merupakan salah satu minuman favorit di masyarakat. Konsumen umumnya menyukai kopi karena kandungan kafeinnya memberikan efek stimulan, seperti mencegah kantuk, memberi semangat positif. Kekhasan rasanya juga bervariasi mulai dari pahit, asam, hingga manis.

Konsumsi kopi di seluruh dunia mencapai angka 178,5...

Penulis : Surjani Wonorahardjo
Sumber foto: https://lotuswisatabelitung.com/ngopi-dulu-yuk-di-belitung/

“Kejujuran adalah hal penting dalam proses produksi pengetahuan. Ketika tidak jujur, pengkhianatan terhadap integritas akademis terjadi”.

Hal ini disampaikan Masduki, guru besar Media dan Jurnalisme dari Universitas Islam Indonesia (UII) di Yogyakarta yang juga seorang aktivis pro kebebasan akademis, dalam...

Penulis : Hayu Rahmitasari
Ilustrasi: kabarwarga.com

“Kalau tidak ada adat ini, torang (kita, red) ini  macam binatang yang berkeliaran di jalan,”

Kutipan di atas adalah perkataan Nabiyah, seorang tokoh adat perempuan Suku Lauje. Dia bermukim di Dusun Bambanipa, Desa Palasa Tengah, Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Sehari-harinya Nabiyah menjadi petani kebun yang hidup tenang bersama Abija (63), anak perempuan...

Penulis : Mughni Mayah
Nabiyah selaku sinsioan membacakan gane-gane berisi mantera dan doa kepada perahu yang hendak dilarung dalam Upacara Adat Masoro. (Foto: Mughni Mayah/Tutura.Id)

Submission Agreement

Terimakasih atas  ketertarikan Anda untuk mengirimkan artikel ke BaKTINews. Dengan menyetujui pernyataan ini, Anda memberikan izin kepada BaKTINews untuk mengedit dan mempublikasikan artikel Anda di situs web dan situs afiliasinya, dan dalam bentuk publikasi lainnya.
Redaksi BaKTINews tidak memberikan imbalan kepada penulis untuk setiap artikel yang dimuat.  Redaksi akan mempromosikan artikel Anda melalui situs kami dan saluran media sosial kami.
Dengan mengirimkan artikel Anda ke BaKTINews dan menandatangani kesepakatan ini, Anda menegaskan bahwa artikel Anda adalah asli hasil karya Anda, bahwa Anda memiliki hak cipta atas artikel ini, bahwa tidak ada orang lain yang memiliki hak untuk ini, dan bahwa konten Artikel Anda tidak mencemarkan nama baik atau melanggar hak, hak cipta, merek dagang, privasi, atau reputasi pihak ketiga mana pun.

Anda menegaskan bahwa Anda setidaknya berusia 18 tahun dan kemampuan untuk masuk ke dalam kesepakatan ini, atau bahwa Anda adalah orang tua atau wali sah dari anak di bawah umur yang menyerahkan artikel.
 
Satu file saja.
batasnya 24 MB.
Jenis yang diizinkan: txt, rtf, pdf, doc, docx, odt, ppt, pptx, odp, xls, xlsx, ods.