Manajemen Kebersihan Menstruasi bagi Siswa SD
  • Foto: Dok. LemINA
    Foto: Dok. LemINA

Pertanyaannya sederhana, benarkah jika menstruasi anak perempuan tidak diperbolehkan mencuci rambut? Jawaban dari pertanyaan ini tertulis di kertas yang dipegang oleh guru lain. Saat menstruasi, menjaga kebersihan tubuh harus lebih ekstra termasuk rambut.                    Jadi keramas saat menstruasi justru meningkatkan rasa percaya diri. Jawaban tersebut tak pelak memicu sedikit keributan di dalam kelas saat pelatihan guru tentang Manajemen Kebersihan Menstruasi (MKM) yang dilaksanakan di SD Negeri Sumanna, Kota Makassar pada tanggal 13 Februari 2021 lalu. 

Pelatihan yang dilaksanakan oleh Yayasan Lembaga Mitra Ibu dan Anak (LemINA) didukung oleh New Zealand Head of Embassy Fund 2020 ini diadakan di 20 sekolah dasar terpilih yang ada di kota Makassar. Tidak hanya untuk meningkatkan pengetahuan guru tetapi juga untuk advokasi Manajemen Kebersihan Menstruasi (MKM). Lalu seberapa penting  MKM ini? 

Laporan WHO-UNICEF pada Joint Monitoring Programme Tahun 2012, Manajemen Kebersihan Menstruasi (MKM) didefinisikan sebagai upaya untuk menciptakan kondisi di mana perempuan memiliki pengetahuan yang benar dan pola hidup yang bersih dan sehat ketika menstruasi, seperti menggunakan pembalut (baik pembalut sekali pakai atau pembalut kain) yang bersih untuk menyerap atau mengumpulkan darah menstruasi, yang dapat diganti sesering mungkin selama durasi periode menstruasi. Ketika di sekolah siswa perempuan dapat mengakses toilet, sabun dan air untuk mengganti pembalut dan membersihkan diri dalam kondisi nyaman dengan privasi yang terjaga (toilet yang berfungsi, pintu dapat terkunci dari dalam, dan terpisah dengan laki-laki), dan memiliki akses untuk membuang pembalut bekas.

Foto: Dok. LemINA

Kegagalan siswa perempuan dalam mengatasi kebutuhan terkait MKM tersebut berkonsekuensi pada kualitas pendidikan, kesetaraan gender, kehidupan sehat dan sejahtera serta ketersediaan air bersih dan sanitasi yang layak yang pada akhirnya memengaruhi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB).  

Akses Informasi dan Kualitas Informasi
Data menunjukkan bahwa 1 dari 4 anak perempuan tidak pernah berdiskusi dengan teman atau orang tua tentang menstruasi sebelum mendapatkan menstruasi pertama (SDKI, 2012). Hal ini menunjukkan kondisi yang umumnya dialami anak perempuan dan mungkin juga kita alami sendiri.

Padahal pada haid pertama, atau disebut juga 'menarke', anak mengalami perubahan besar dalam fase kehidupan mereka. Pada masa pubertas ini anak perempuan mengalami perubahan fisik yang bisa membuat anak merasa malu, ketakutan, cemas dan perubahan emosi lainnya. 

Pengetahuan yang tidak cukup mengenai menstruasi, siklus menstruasi dan MKM ini membuat kurangnya persiapan anak perempuan menghadapi menarke dan mengelola kebersihan menstruasinya. Di sisi lain, orang tua, saudara, teman atau guru sebagai sumber informasi tentang menstruasi juga tidak bisa memberikan pengetahuan yang akurat dan komprehensif. 

Foto: Dok. LemINA


Sementara itu di banyak budaya menstruasi dianggap sebagai hal yang tabu untuk dibicarakan, ada banyak mitos dan perbedaan pendapat terkait menstruasi karena dianggap negatif, memalukan, kotor, atau bahkan dianggap sebagai penyakit. 

Saat di sekolah, anak perempuan menghadapi tantangan yang berbeda lagi. Minimnya pengetahuan guru sebagai sumber informasi utama tentang menstruasi di sekolah serta fasilitas sanitasi yang tidak ramah MKM menjadi beberapa alasannya. Penelitian UNICEF tahun 2015 menunjukkan bahwa satu dari tujuh remaja putri tidak masuk sekolah satu hari atau lebih saat menstruasi. 

Dimulai dari Sekolah
Pada program pelatihan MKM yang dilaksanakan oleh Yayasan LemINA, guru sekolah dasar dibekali  dengan pengetahuan seputar MKM melalui workshop pada 3 Februari -  24 Maret 2021. 

Tujuan workshop antara lain adalah agar guru akan menjadi sumber informasi yang benar dan akurat di sekolah masing-masing. Menjadi pendamping terbaik untuk siswa serta membantu menciptakan lingkungan sekolah yang ramah MKM.

Di kegiatan workshop ini, LemINA menyediakan modul pegangan untuk guru sebagai bahan bacaan pembelajaran MKM dan juga sebagai panduan yang akan digunakan sebagai bahan edukasi bagi siswa kelas 4, 5 dan 6 sekolah dasar.

Foto: Dok. LemINA

Untuk media edukasi pembelajaran MKM ke siswa, guru bisa menggunakan video, stiker edukasi MKM LemINA dan buku komik berjudul Apa Itu Menstruasi dari UNICEF. Proses edukasi ke siswa akan dilaksanakan oleh guru dengan pendampingan Yayasan LemINA, baik secara jarak jauh maupun tatap muka dengan hari edukasi ditentukan oleh guru di masing-masing sekolah.

Melalui program ini, sekolah juga didorong untuk bisa menciptakan toilet yang ramah MKM dengan penyediaan fasilitas sanitasi berupa pembalut, lemari penyimpanan pembalut, cermin dan tempat sampah. Sekolah juga direkomendasikan untuk memiliki toilet yang terpisah gender agar anak perempuan bisa dengan nyaman mengganti pembalut saat di sekolah. 

“Sangat penting mengetahui edukasi MKM untuk diajarkan ke siswa supaya siswa khususnya laki-laki lebih menghargai perempuan dan tidak lagi melakukan hal-hal seperti perundungan (bullying) jika mendapati teman perempuannya yang mengalami haid.  Siswa perlu ditanamkan sejak dini bahwa menstruasi bagi perempuan adalah hal yang normal,” tutur Pak Marhabang di sesi akhir kegiatan workshop yang dilaksanakan pada tanggal 9 Februari 2021 di SD Inpres Mangasa 1.

Submission Agreement

Terimakasih atas  ketertarikan Anda untuk mengirimkan artikel ke BaKTINews. Dengan menyetujui pernyataan ini, Anda memberikan izin kepada BaKTINews untuk mengedit dan mempublikasikan artikel Anda di situs web dan situs afiliasinya, dan dalam bentuk publikasi lainnya.
Redaksi BaKTINews tidak memberikan imbalan kepada penulis untuk setiap artikel yang dimuat.  Redaksi akan mempromosikan artikel Anda melalui situs kami dan saluran media sosial kami.
Dengan mengirimkan artikel Anda ke BaKTINews dan menandatangani kesepakatan ini, Anda menegaskan bahwa artikel Anda adalah asli hasil karya Anda, bahwa Anda memiliki hak cipta atas artikel ini, bahwa tidak ada orang lain yang memiliki hak untuk ini, dan bahwa konten Artikel Anda tidak mencemarkan nama baik atau melanggar hak, hak cipta, merek dagang, privasi, atau reputasi pihak ketiga mana pun.

Anda menegaskan bahwa Anda setidaknya berusia 18 tahun dan kemampuan untuk masuk ke dalam kesepakatan ini, atau bahwa Anda adalah orang tua atau wali sah dari anak di bawah umur yang menyerahkan artikel.
 
Satu file saja.
batasnya 24 MB.
Jenis yang diizinkan: txt, rtf, pdf, doc, docx, odt, ppt, pptx, odp, xls, xlsx, ods.