Beli Secukupnya, Pakai Semuanya di Artani Bulk Store
Penulis : Ita Ibnu
  • Foto: Dokumen Artani
    Foto: Dokumen Artani

"Artani Bulk Store adalah toko ramah lingkungan yang berkonsep toko curah pertama di Kota Makassar di mana pembeli yang berbelanja dapat membeli sesuai kebutuhannya. Dengan Tagline “Beli secukupnya, pakai semuanya” bertujuan agar pembeli membeli sesuai kebutuhkan dan mengurangi Food Waste"

Ria Lestari Baso mengawali ceritanya mendirikan Artani Bulk Store, yang ternyata dari berasal dari pengalamannya menyediakan makanan MPASI bagi bayinya yang baru berusia 6 bulan. Ria sapaan akrabnya kesulitan membeli bahan MPASI dalam jumlah sedikit, sesendok dua sendok, mengingat kebutuhan MPASI untuk anaknya memang tidak banyak. Terkadang walaupun Ria hanya membutuhkan sedikit namun karena bahan makanan yang tersedia di pasaran dijual dalam bentuk kemasan tertentu dan sering kali banyak yang terbuang, kadaluwarsa dan berakhir di tempat sampah. Sangat disayangkan. 

Khawatir hal tersebut terus terjadi dan tentunya banyak juga ibu-ibu lainnya yang punya pengalaman yang sama seperti dirinya, akhirnya Ria berdiskusi bersama suaminya untuk mendirikan toko curah bahanan makanan pertama di Kota Makassar. Berbekal ilmu yang dipelajari di bangku kuliah, Ria yang merupakan lulusan Sarjana Pertanian Universitas Brawijaya Malang, Ria kemudian menjajaki bisnis jual beli bahan makanan curah yang dijual secara online di tahun 2020. Di enam bulan pertama, fokus berjualan hasil olahan bahan pertanian seperti sorgum, beras merah. Setelah itu baru berkembang ke ecokit, body care yang terbuat dari bahan alami seperti Lerak, sabun mandi, deterjen bubuk alami, sikat gigi kayu dan masih banyak lainnya.

1

Ada yang menarik dari Artani. Umumnya setiap toko menginginkan agar orang membeli sebanyak-banyak produk yang dijual. Namun di Artani, mendorong pembeli untuk membeli secukupnya saja sesuai kebutuhan, yang telah dibeli dicukupkan dan dihabiskan. Sehingga muncullah tagline “Beli Secukupnya, Pakai Semuanya”. Artani mencoba mengedukasi dan mendorong orang-orang untuk menormalisasi beli sesendok atau dalam jumlah sedikit untuk menghindari sampah makanan yang pada akhirnya akan merusak lingkungan tempat kita hidup. 

Berdasarkan data yang dipaparkan The Economist Intelligence Unit tahun 2017, Indonesia sebagai penyumbang sampah terbesar kedua di dunia. Di mana bila dirata-ratakan, setiap individu menyumbang 300 kg sampah per tahunnya.

Hal lain yang perlu jadi perhatian adalah sampah atau limbah hasil olahan makanan. Faktanya, menurut data pengolahan sampah tahun 2019/2020, Sistem  Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) limbah makanan menyumbang sebesar 39% dari total sampah di Indonesia. 

Fakta yang tidak bisa dihindari pula, nyatanya limbah makanan terbesar bukan berasal dari supermarket ataupun pasar tradisianal. Penyumbang terbesar limbah makanan berasal dari rumah tangga yang tidak terlepas dari kebiasaan mengonsumsi melebihi porsi makan yang tidak dapat dihabiskan, membuat makanan dalam porsi besar, dan membeli makanan yang ternyata tidak sesuai keinginan sehingga harus berakhir di tempat sampah.

Dengan konsep toko curah dengan mundukung gaya hidup Zero Waste. Artani tidak menyediakan kemasan seperti kantong plastik kepada konsumennya. Konsumen yang berbelanja di Artani dapat membeli sesuai kebutuhannya, bubuk dalam bentuk gram dan volume dalam bentuk liter.

1Nah dengan menormalisasi membeli dalam porsi/jumlah sedikit, orang-orang dengan sendirinya akan membiasakan diri membeli sesuai kebutuhan. Bahkan jika pembeli khawatir jika produk yang dibeli tidak sesuai selera, di Artani memungkinkan pembeli dahulu untuk mencoba beberapa varian produk di toko. Ini pula yang mendorong Artani kemudian mengembangkan bisnis toko dan Tea House menyajikan tea herbal nan aesthetic pertama di Kota Makassar. Tak disangka, ternyata justru tea house yang paling diminati pembeli yang umumnya mahasiswa dan pekerja kantoran. 

Selain itu, model pemberdayaan dan tumbuh bersama pelaku usaha lainnya yang mempunyai value yang sama adalah hal yang menjadi “spirit” yang selalu dipegang teguh Artani hingga saat ini. Artani berkolaborasi bersama pelaku usaha lainnya yang belum memiliki toko offline agar menjual produk mereka di Artani dengan system konsiasi yang ditentukan oleh pelaku usaha tersebut. Tapi tidak sekadar menerima titip jual saja, sebelumnya Artani melakukan kurasi dengan mencari tahu “Product Knowledge”. Dari mana produk tersebut berasal, siapa saja petani yang terlibat di dalamnya, pemberdayaan petani seperti apa, sistem budidaya, proses penanaman, packaging, waktu yang dibutuhkan dari petani hingga ke toko. Ini bertujuan untuk memperoleh cerita petani bukan hanya distributor/penjual yang membeli langsung dari petani. Sehingga pembeli juga mengetahui cerita di balik produk yang mereka beli. Setiap produk yang dijual di Artani memiliki cerita, dan untuk menyebarluaskan informasi ini, Artani mengemas cerita ini dan mempromosikannya di kanal-kanal media sosial Artani berjudul “Cerita dari Hulu”. 

Artani juga mendukung sistem Fair Trade diterapkan sehingga pada akhirnya semua orang yang bergerak dari hulu ke hilir semua sejahtera. Jadi di Artani lebih fokus ke fungsionalnya dulu baru nilai estetikanya kemudian. 

Selain itu, prinsip yang dipegang Artani agar produk yang dijualnya trustable dengan menyediakan informasi sedetail mungkin bagi pembeli, sehingga setiap staf di Artani memiliki pengetahuan dan cerita dari setiap produk. 

Artani juga menjalankan konsep B2B (Business to Business) dengan memasok produk ke beberapa café dan resto di Kota Makassar, Artani memasok beberapa produk mereka. Uniknya Artani, mereka menyambut baik hadirnya  usaha-usaha di bidang lingkungan, bukan sebagai competitor tetapi sebagai mitra untuk berkolaborasi, terus berinovasi dan belajar bersama. “Kami ingin toko kami menjadi medium bagi orang-orang punya usaha untuk tumbuh bersama” imbuh Ria. 

Untuk produk-produk yang dijual di Artani sendiri memang umumnya produk yang telah dikeringkan sehingga memiliki masa simpan produk yang cukup panjang. Bukan tanpa alasan, jika panen raya tiba harga beberapa produk anjlok karena jumlahnya melimpah, alhasil banyak yang terbuang. Artani memberikan beberapa tips dan berbagi pengetahuan kepada petani mitra, bagaimana pengolahan hasil pertanian dengan metode pengeringan. Seperti bunga telang, rosella, lemon, sekali panen bisa menghasilkan banyak sehingga dengan sistem pengeringan dan penyimpanan yang tepat maka produk tersebut tetap dapat dikonsumsi dengan kualitas dan rasa yang terjaga. 

Ajakan menormalisasi ‘beli secukupnya’ terus digaungkan Artani melalui konten-konten di media sosial, selain itu Artani aktif berpartisipasi pada berbagai event-event yang digelar di Kota Makassar, tak hanya spesifik pada topik ramah lingkungan tapi event dengan topik yang lebih beragampun dengan senang hati pasti dipenuhi Artani. “Kami lebih senang membicarakan dengan orang-orang yang belum pernah mendapatkan informasi tentang Artani dan kampanye ramah lingkungan. Kami berupaya sebanyak mungkin sharing, dengan berpartisipasi pada berbagai event”, ucap Ria. 

Selain itu, Artani juga memiliki program Donasi Pohon, setiap orang yang berbelanja di Artani turut berdonasi pohon yang dikelola Lembaga kredibel seperti Yayasan Lindungi Hutan, setiap bulannya pembeli dapat memantau dan mendapatkan update dari donasi mereka, lokasi dan berapa banyak pohon yang telah ditanam dari hasil donasi mereka. 

1

Bagi Artani, ajakan untuk gaya hidup ramah lingkungan dimulai dari diri sendiri, tidak hanya ikut-ikutan tren tapi tak bertahan lama. Terkadang banyak yang judge mental kepada orang-orang yang masih memiliki gaya hidup boros, padahal mungkin saja serapan informasi dan mereka tumbuh di lingkungan yang berbeda. 

“Harapan kami 5 tahun ke depan, kami ingin orang-orang Makassar terbiasa dengan gaya hidup ini, kami ingin pelan-pelan mengedukasi dan mengajak orang-orang, mereka merasakan experience, menikmatinya dan menemukan alasan mereka melakukan itu. Maka itu akan berkepanjangan, jadi ngga cepat bosannya. Sehingga mereka bisa kampanye ke orang lain karena mereka share pengalamannya”, pungkas Ria di akhir ceritanya. 

Untuk mendapatkan informasi lebih lengkap tentang Artani dapat mengunjungi Instagram @artani.id
 

Submission Agreement

Terimakasih atas  ketertarikan Anda untuk mengirimkan artikel ke BaKTINews. Dengan menyetujui pernyataan ini, Anda memberikan izin kepada BaKTINews untuk mengedit dan mempublikasikan artikel Anda di situs web dan situs afiliasinya, dan dalam bentuk publikasi lainnya.
Redaksi BaKTINews tidak memberikan imbalan kepada penulis untuk setiap artikel yang dimuat.  Redaksi akan mempromosikan artikel Anda melalui situs kami dan saluran media sosial kami.
Dengan mengirimkan artikel Anda ke BaKTINews dan menandatangani kesepakatan ini, Anda menegaskan bahwa artikel Anda adalah asli hasil karya Anda, bahwa Anda memiliki hak cipta atas artikel ini, bahwa tidak ada orang lain yang memiliki hak untuk ini, dan bahwa konten Artikel Anda tidak mencemarkan nama baik atau melanggar hak, hak cipta, merek dagang, privasi, atau reputasi pihak ketiga mana pun.

Anda menegaskan bahwa Anda setidaknya berusia 18 tahun dan kemampuan untuk masuk ke dalam kesepakatan ini, atau bahwa Anda adalah orang tua atau wali sah dari anak di bawah umur yang menyerahkan artikel.
 
Satu file saja.
batasnya 24 MB.
Jenis yang diizinkan: txt, rtf, pdf, doc, docx, odt, ppt, pptx, odp, xls, xlsx, ods.