Sekber Lanny Jaya, Bekerja Kreatif dalam Keterbatasan
  •   Workshop refleksi yang diadakan di Tiom, Kabupaten Lanny Jaya <br> Foto: Syaifullah/Yayasan BaKTI
    Workshop refleksi yang diadakan di Tiom, Kabupaten Lanny Jaya
    Foto: Syaifullah/Yayasan BaKTI

Nicodemus Wanma terlihat sangat ceria pagi itu. Wajahnya cerah seperti bersaing dengan matahari di atas kota Tiom, Ibu kota Lanny Jaya, Provinsi Papua, yang berada di ketinggian 2.200 mdpl. Di ketinggian seperti itu, meski matahari cukup cerah, namun udara sejuk masih terasa memeluk. 

Nicodemus Wanma yang kerap disapa Nico berkeliling di depan kantor Bank Papua yang berada tidak jauh dari tugu selamat datang. Ratusan ibu-ibu penerima manfaat sudah berkumpul di sana. Mereka adalah penerima manfaat BANGGA Papua di Kabupaten Lanny Jaya.

Sejak pertama kali bergabung dengan Sekretariat Bersama BANGGA Papua Kabupaten Lanny Jaya, Nico memang sudah terlihat sangat bersemangat. Dalam pelatihan komunikasi, Nico termasuk salah satu peserta yang paling aktif. Selepas pelatihan pun, Nico masih terus menunjukkan keaktifannya di grup WhatsApp  yang dikelola Sekber Lanny Jaya.

Berbagai ide datang dari lelaki bertubuh gempal ini. Salah satu ide yang cukup brilian adalah membuat sendiri media sosialisasi BANGGA Papua, yang lebih sesuai dengan masyarakat Lanny Jaya. 

Media Sosialisasi yang Mempertimbangkan GESI
Kekhususan dari media sosialisasi yang dibuat Nico dan teman-temannya adalah menggunakan bahasa daerah Lanny. Dengan memanfaatkan materi sosialisasi yang sudah disiapkan seperti poster, lembar balik dan leaflet, Nico lalu membuat video pendek. Isi video merangkum pesan-pesan utama yang menjelaskan manfaat program untuk masyarakat, dalam bahasa Lanny. 

“Awalnya kita lihat kalau masih banyak orang di sini yang tidak mengerti bahasa Indonesia. Jadi muncul ide untuk membuat materi sosialisasi pakai bahasa daerah,” kata Nico. Usul itu katanya, muncul ketika tim Sekber Lanny Jaya mengadakan rapat. Nico yang bertugas sebagai anggota Sekber bagian monitoring melihat kalau usul itu sangat masuk akal dan bisa membantu sosialisasi Sekber Lanny Jaya kepada penerima manfaat. Jimmy Yikwa yang juga adalah salah satu anggota Sekber Lanny Jaya kemudian diberi tugas untuk menerjemahkan materi sosialisasi tersebut ke dalam bahasa Lanny. 

 

  Nicodemus Wanma (kiri) Para ibu penerima manfaat  menyaksikan video sosialisasi pembayaran dan pemanfaatan  dana BANGGA Papua (kanan).  Foto : Syaifullah/Yayasan BaKTI


Jimmy menyanggupi. Beberapa hari kemudian dia sudah datang dengan materi komunikasi berbahasa daerah. Materi dasarnya adalah gambar poster yang dibuat oleh mitra KOMPAK-BaKTI yang kemudian dimasukkan ke dalam presentasi power point, diberi tambahan teks dalam bahasa lokal dan disimpan dalam format video. Materi itu yang kemudian ditampilkan dalam bentuk video sederhana, siap untuk diputar di setiap ajang sosialisasi.

Di hari kegiatan pencairan dana, media sosialisasi ini diputar menggunakan televisi layar 32 inci dan pemutar video yang dibawa langsung oleh Nico dari rumahnya. Televisi itulah yang menjadi sarana pemutaran video sosialisasi berbahasa lokal.  Sayangnya, video yang dibuat belum diberi narasi dalam bahasa lokal padahal masih ada beberapa warga yang tidak bisa membaca dan menulis.

“Kami memang belum sempat memberi narasi dalam bahasa daerah,” kata Nico. Untuk mengakalinya, Jimmy kemudian berperan sebagai narator. Dengan microphone dia membacakan teks demi teks dalam bahasa daerah kepada mama-mama yang ada di depannya. Maksudnya supaya pesan-pesan yang ada di dalam video bisa diterima dengan baik.

“Kadang-kadang juga kalau pas bagian yang ada pesan kuncinya, kita (putar) ulang-ulang pakai remote. Biar mama-mama semakin paham,” kata Nico. Upaya yang dilakukan Nico dan anggota lain Sekber Lanny Jaya ini adalah wujud nyata pelaksanaan Program BANGGA Papua yang mempertimbangkan Gender Equality and Social Inclusion (GESI) atau kesetaraan gender dan inklusi sosial. 
 
Nico dan anggota sekber lainnya memikirkan kebutuhan kelompok sasaran program yang kurang paham bahasa Indonesia serta belum bisa membaca dan menulis. Inisiatif ini berkontribusi sangat besar dalam memberikan pemahaman kepada mama-mama yang menjadi sasaran utama Program BANGGA Papua. Inisiatif ini membuat mama-mama memahami manfaat program dan cara menggunakan dana dengan baik. 

Pemutaran video dalam kegiatan pencairan dana BANGGA Papua, juga merupakan langkah jitu, karena kegiatan tersebut dihadiri oleh mama-mama yang datang dari kampung-kampung terpencil di Lanny Jaya. Mereka datang dari pedalaman untuk mencairkan dana BANGGA Papua di Bank Papua atau titik pembayaran yang mendekatkan layanan pencairan dana kepada penerima manfaat. Dengan demikian, mama-mama ini juga memperoleh pengetahuan tentang  pentingnya gizi dan kesehatan anak dan pentingnya peran mereka ikut mengatur penggunaan dana agar anak-anaknya tumbuh sehat. 

Lebih Beragam, Lebih Efektif
Ide membuat media sosialisasi dalam bahasa daerah yang dilakukan Sekber Lanny Jaya adalah salah satu praktik baik yang patut diapresiasi. Dibanding dua sekber kabupaten lain yang melaksanakan Program BANGGA Papua, Sekber Lanny Jaya memang yang paling banyak menemui hambatan dan keterbatasan. Mereka perlu bekerja jauh lebih keras untuk bisa tetap melakukan pendataan calon penerima manfaat hingga memastikan penerima manfaat menerima dana yang diberikan. 

Dibandingkan sebelumnya, komposisi anggota Sekber Lanny Jaya yang sekarang memang lebih beragam latar belakangnya. Bila sebelumnya didominasi oleh staf BAPPEDA Kabupaten Lanny Jaya, maka setelah restrukturisasi dilakukan di awal tahun 2019, anggota Sekber Lanny Jaya kini sudah beragam.

“Sudah ada dari BAPPEDA, Dinas Sosial, Dinas Komunikasi dan Informasi, Dukcapil, Perlindungan Perempuan dan Anak, Dinas Kesehatan, Humas, dan beberapa OPD lainnya,” kata Sikmen Pekei, Sekretaris Sekber Lanny Jaya.

Keberagaman unsur tersebut, menurut Sikmen Pekei, membuat kerja-kerja Sekber Lanny Jaya menjadi jauh lebih ringan. Koordinasi menjadi lebih mudah, meski menurut Sikmen masih ada yang perlu ditingkatkan. Utamanya di soal pendataan, yang harusnya menjadi tanggung jawab utama dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil. “Ini masih jadi kendala terbesar kita, karena hubungannya data ini dengan data kependudukan. Kita masih terus berusaha perbaiki koordinasinya,” kata Sikmen Pekei.

  Nicodemus Wanma (kiri) Para ibu penerima manfaat  menyaksikan video sosialisasi pembayaran dan pemanfaatan  dana BANGGA Papua (kanan).  Foto : Syaifullah/Yayasan BaKTI
Para ibu penerima manfaat menyaksikan video sosialisasi pembayaran dan pemanfaatan dana BANGGA Papua. 
Foto : Syaifullah/Yayasan BaKTI

Bekerja sama dengan Media
Di sisi lain, kerjasama lintas OPD, utamanya dengan Humas Pemda Lanny Jaya, sangat membantu mempromosikan kerja-kerja Sekber Lanny Jaya. Beragam kegiatan BANGGA Papua di Lanny Jaya menjadi terekspos setelah Humas Pemda, yang juga menjadi bagian dari Sekber, bekerja sama dengan beberapa media lokal Papua. Mereka menyediakan berita kegiatan BANGGA Papua di Lanny Jaya yang kemudian ditayangkan oleh media tersebut.

Salah satunya adalah liputan kegiatan pencairan dana di Lanny Jaya yang digelar bulan Desember 2019. Liputan itu ditayangkan oleh TVRI Papua. Lalu, di bulan Februari 2020, giliran koran lokal Cenderawasih Pos yang memuat berita kegiatan Workshop Refleksi di Tiom, Lanny Jaya, serta penyerahan dana secara simbolis oleh Wakil Bupati Lanny Jaya, Yemis Kogoya, kepada penerima manfaat. 

Promosi kegiatan seperti ini buat anggota Sekber Lanny Jaya adalah penyuntik semangat. Melihat pekerjaan mereka dipromosikan secara terbuka dan diapresiasi banyak orang, membuat mereka tambah semangat bekerja, meski ada beberapa rintangan yang tetap harus mereka hadapi. Selain itu, anggota Sekber Lanny Jaya juga rajin membuat materi-materi promosi lainnya. Beberapa anggota Sekber Lanny Jaya seperti Nicodemus Wanma dan John Wouw membuat video-video dokumentasi kegiatan mereka. Video singkat berisi informasi kegiatan- utamanya kegiatan pencairan dana-dibuat secara sederhana lalu disebarkan di grup WhatsApp maupun media sosial milik mereka. Tujuannya untuk menyampaikan hasil kerja dan capaian Sekber Lanny Jaya.

Di tengah rintangan dan keterbatasan, anggota Sekber Lanny Jaya tetap semangat. Mereka terus mencari cara terbaik untuk melaksanakan Program BANGGA Papua.  Kerja-kerja bersama lintas sektor di dalam tubuh Sekber Lanny Jaya semakin solid. Memang masih ada yang perlu dibenahi, namun selalu ada semangat untuk membenahinya.

Dalam kegiatan workshop refleksi yang diadakan di Tiom, 19 Februari 2020, beberapa wakil penerima manfaat serta anggota OPD lain di jajaran Kabupaten Lanny Jaya, mengaku cukup puas dengan kinerja Sekber Lanny Jaya. Kinerja yang menghasilkan berbagai praktik dan cerita baik dari kabupaten Lanny Jaya.

Submission Agreement

Terimakasih atas  ketertarikan Anda untuk mengirimkan artikel ke BaKTINews. Dengan menyetujui pernyataan ini, Anda memberikan izin kepada BaKTINews untuk mengedit dan mempublikasikan artikel Anda di situs web dan situs afiliasinya, dan dalam bentuk publikasi lainnya.
Redaksi BaKTINews tidak memberikan imbalan kepada penulis untuk setiap artikel yang dimuat.  Redaksi akan mempromosikan artikel Anda melalui situs kami dan saluran media sosial kami.
Dengan mengirimkan artikel Anda ke BaKTINews dan menandatangani kesepakatan ini, Anda menegaskan bahwa artikel Anda adalah asli hasil karya Anda, bahwa Anda memiliki hak cipta atas artikel ini, bahwa tidak ada orang lain yang memiliki hak untuk ini, dan bahwa konten Artikel Anda tidak mencemarkan nama baik atau melanggar hak, hak cipta, merek dagang, privasi, atau reputasi pihak ketiga mana pun.

Anda menegaskan bahwa Anda setidaknya berusia 18 tahun dan kemampuan untuk masuk ke dalam kesepakatan ini, atau bahwa Anda adalah orang tua atau wali sah dari anak di bawah umur yang menyerahkan artikel.
 
Satu file saja.
batasnya 32 MB.
Jenis yang diizinkan: txt, rtf, pdf, doc, docx, odt, ppt, pptx, odp, xls, xlsx, ods.