Menyiapkan Fasilitator Sinergitas Perencanaan
  • Foto: Dok. KOMPAK-LANDASAN/Yayasan BaKTI
    Foto: Dok. KOMPAK-LANDASAN/Yayasan BaKTI

Bertajuk “Training of Trainer Sinergitas Perencanaan Kampung, Puskesmas dan Sekolah untuk Peningkatan Layanan Dasar”, kegiatan ini sukses digelar di dua provinsi wilayah kerja KOMPAK – LANDASAN Fase II di Papua dan Papua Barat. Setelah sebelumnya Program LANDASAN Fase I difokuskan pada peningkatan kapasitas dan tata kelola kampung dan unit layanan dasar kesehatan dan pendidikan, maka pada LANDASAN Fase II, program akan berfokus pada sinergitas perencanaan kampung dengan unit layanan dasar kesehatan dan pendidikan dalam menghadapi permasalahan. Hal tersebut untuk mencapai tujuan utama yaitu meningkatnya akses masyarakat di Tanah Papua terhadap pelayanan dasar untuk kesehatan dan pendidikan  yang berkualitas.

ToT ini merupakan salah satu langkah yang dilakukan untuk menyiapkan fasilitator yang akan menularkan pengetahuan tentang konsep sinergitas di daerah dampingan. Sinergitas dalam perencanaan menjadi satu hal yang penting. Sebagaimana yang disampaikan oleh Donatus Motte, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung Provinsi Papua “Kalau pembangunan kampung tidak melalui musyawarah bersama masyarakat, tidak terjadi pembangunan. Karena pembangunan yang sesungguhnya adalah melibatkan seluruh masyarakat di dalamnya.” pungkasnya.

Foto: Dok. KOMPAK-LANDASAN
Foto: Dok. KOMPAK - LANDASAN/Yayasan BaKTI


ToT yang diikuti oleh perwakilan dari sektor yang membidangi tiga sektor layanan dasar, yakni Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (DPMK) kesehatan dan pendidikan dari 9 kabupaten yaitu Kabupaten Jayapura, Nabire, Asmat, Lanny Jaya Boven Digoel, Fakfak, Kaimana, Manokwari Selatan dan Sorong.  Sebagai pemegang estafet sinergitas perencanaan, para peserta adalah orang-orang potensial yang dipilih dan diharapkan dapat mengimplementasikan perencanaan bersinergi di level kampung, Puskesmas dan sekolah di daerah masing-masing.


Model Sinergi Perencanaan
Sinergi dimulai sejak dari perencanaan. Langkah tersebut dimulai ketika menyusun rencana pembangunan jangka menengah. Prosesnya pun tak ubahnya dengan tahapan perencanaan yang ada di setiap sektor tersebut. Modifikasi hanya dilakukan pada proses pengkajian masalah dengan mengatur timeline dari masing-masing sektor.

“Apa yang dilakukan LANDASAN tidak mengubah proses yang ada, kita tidak membongkar, kita berangkat dari apa yang kita lakukan dua tahun lalu, kampung, Puskesmas, dan sekolah sudah dilatih membuat perencanaan, agar capaian itu bisa lebih baik lagi maka kita perlu mengaitkan itu, bukan merombak tapi mengatur timeline dari masing-masing proses perencanaan, sehingga perencanaan itu dapat dimulai dalam waktu yang sama, proses inilah yang dimodifikasi untuk mencapai hal tersebut,” ujar Ricky Djodjobo, Monitoring and Evaluasi Manager LANDASAN.

Foto: Dok. KOMPAK-LANDASAN/Yayasan BaKTI
Foto: KOMPAK - LANDASAN/Yayasan BaKTI


Lantas, di titik mana proses perencanaan tersebut dikaitkan? Di tingkat kampung, perencanaan termodifikasi pada proses pengkajian kampung, di tingkat Puskesmas pada saat melakukan analisis situasi, sementara itu di sekolah pada saat penyusunan visi dan misi. Di titik tersebut tahapan perencanaan dimodifikasi dengan mengaitkan prosesnya. 

Di awal, masing-masing sektor melakukan kajian mengenai kondisi kesehatan dan pendidikan di kampung bersangkutan berdasarkan data kinerja pada periode sebelumnya. Sementara kampung juga mulai membentuk tim penyusun dan penyelarasan arah kebijakan. Kampung kemudian melaksanakan kegiatan pengkajian kampung yang dihadiri oleh sektor Puskesmas dan sekolah dan masyarakat. Pada tahap ini, kampung melakukan refleksi, sedangkan Puskesmas dan sekolah menyampaikan kondisi kesehatan dan pendidikan. Dalam perencanaan juga perlu memastikan seluruh masyarakat berperan serta, termasuk memastikan bahwa aspek gender ada dalam proses perencanaan dan pembangunan kampung. Begitu pula dengan melibatkan kelompok rentan lainnya yaitu masyarakat adat dan disabilitas khususnya dalam hal aksesibilitas, partisipasi, kontrol dan perolehan manfaat. Masyarakat yang hadir pada forum kampung menyuarakan aspirasi dan harapan mereka, proses ini juga menjadi bagian dari upaya edukasi kepada masyarakat dan pada akhirnya masyarakat menyadari masalahnya dan turut berkontribusi dalam upaya mengatasi tantangan pendidikan dan kesehatan di kampung mereka. 

Proses selanjutnya adalah sektor kesehatan dan pendidikan bertemu kembali dalam proses pengkajian kampung. Mereka memaparkan rencana-rencana yang akan ditindaklanjuti oleh kampung, Puskesmas, dan sekolah.  Inilah yang akan masuk ke dalam rencana pembangunan jangka menengah masing-masing.

Setelah itu, proses pun berjalan seperti proses yang ada pada masing-masing sektor hingga menghasilkan rencana tahunan masing-masing. Kampung memiliki Rencana Kerja Pembangunan Kampung (RKPK), Puskesmass memiliki Rencana Usulan Kegiatan (RUK)  dan Rencana Pelaksanaan Kegiatan (RPK), sekolah memiliki Rencana Kerja Tahunan (RKT) dan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS).

Foto: Dok. KOMPAK-LANDASAN/Yayasan BaKTI
Foto: Dok. KOMPAK-LANDASAN/Yayasan BaKTI


Pada akhir periode, siklus kembali berulang dengan melakukan evaluasi capaian-capaian pada tahun sebelumnya. Hasil evaluasi pencapaian akan dibawa ke musyawarah kampung yang kembali dihadiri oleh semua sektor. Pada proses ini, akan diputuskan bersama kegiatan yang dapat dilanjutkan atau tidak dilanjutkan. Begitulah selanjutnya siklus sinergi perencanaan itu akan berjalan.

Dari tahapan in, terdapat tiga prinsip yang harus dipahami dalam sinergi perencanaan. Pertama, membangun dasar informasi yang sama dalam melihat permasalahan untuk perencanaan. Kedua, memberi ruang kepada masyarakat menjadi subjek dari perencanaan unit layanan dan sebagai penerima manfaat dari rencana kegiatan unit layanan. Ketiga, membangun komitmen unit layanan untuk melakukan tindakan dalam rangka mencapai harapan dan kebutuhan masyarakat.


Menyiapkan Fasilitator untuk Perencanaan Bersinergi di Kabupaten
Lima hari mengikuti ToT, mulai tampak kepercayaan diri dari peserta untuk menjadi fasilitator di kabupaten. “Selama ini, teman-teman di kampung melakukan proses perencanaan sendiri-sendiri. Dari pelatihan ini, saya sekarang tahu di mana celahnya untuk mereka bisa bersinergi. Saya siap untuk memfasilitasi karena ini memang menjadi bagian dari tugas saya” ungkap Martha C. Yufuai, Staf Bidang Perencanaan Bappeda Kabupaten Jayapura.

Foto: KOMPAK - LANDASAN/Yayasan BaKTI
Foto: Dok. KOMPAK-LANDASAN/Yayasan BaKTI


Selain kesiapan menjadi fasilitator, para peserta juga mengakui tantangan-tantangan perencanaan yang selama ini mereka temui.  Seperti yang disampaikan Ary Rumainum, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan, Dinas Kesehatan Kabupaten Nabire yang mengakui banyak kelemahan dalam melakukan perencanaan Puskesmas “Selama ini saya sendiri tidak menyadari bahwa sebenarnya Puskesmas bisa ikut serta dalam proses penyusunan RPJM kampung, ternyata kita juga bisa hadir untuk mendengarkan aspirasi masyarakat dan ikut mendorong pembangunan kampung dari sektor kesehatan. Saya kira ini akan sangat baik bagi penyelesaian permasalahan kesehatan di kampung.” Ungkapnya.

Sementara di sektor pendidikan, Herlina Sopia Silubun, Kepala Sekolah YPPK Ayam Kabupaten Asmat menyadari bahwa membuat perencanaan sekolah, terutama menentukan program yang tepat itu memang bukanlah hal yang mudah, namun jika itu bisa dibahas bersama tentu akan lebih ringan. “Saya selama ini alami membuat perencanaan sekolah itu susah sekali, tapi kalau kita bisa bersinergi, kita bisa bahas dan cari solusinya bersama-sama. Kita juga jadi tahu masyarakat itu maunya bagaimana, dari kampung juga bisa bantu dengan dasar data pendidikan yang kita sampaikan.” ungkap Herlina.

Foto: Dok. KOMPAK-LANDASAN/Yayasan BaKTI
Foto: Dok. KOMPAK - LANDASAN/Yayasan BaKTI


“ToT ini sangat luar biasa, karena kami di pendidikan saat mendampingi sekolah saat menyusun rencana kerja itu hanya sebatas berandai-andai, tidak melibatkan kampung dan Puskesmas. Jadi kami memberi gambaran saja, jika guru mengajarkan tentang organ tubuh mengalami kesulitan sebenarnya minta tolong ke Puskesmas saja menggunakan alat-alat mereka, tapi pertanyaannya ini bisa direalisasikan tidak. Nah melalui kegiatan ini kebetulan dari kampung ada, Puskesmas ada, trus masing-masing punya program ternyata tiga-tiganya bisa sinkron. Ini akan menjadi pembelajaran yang bagus seandainya bukan hanya sekolah sasaran saja, namun semua sekolah bisa memerankan ini  dengan kampung, pasti luar biasa.” Tuning Supriadi, Fasilitator Perencanaan Sekolah, Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan Provinsi Papua Barat dalam kegiatan Training of Trainer (ToT) Sinergi Perencanaan Kampung, Kesehatan, dan Pendidikan untuk meningkatan layanan dasar di Papua Barat. 

Kegiatan ToT ini masih butuh proses panjang untuk diwujudkan dan terus berkelanjutan. Namun melihat semangat dari para peserta, bolehlah kita menaruh harapan besar untuk perencanaan kampung yang bersinergi sebagai upaya meningkatkan layanan dasar di Papua dan Papua Barat. 

Submission Agreement

Terimakasih atas  ketertarikan Anda untuk mengirimkan artikel ke BaKTINews. Dengan menyetujui pernyataan ini, Anda memberikan izin kepada BaKTINews untuk mengedit dan mempublikasikan artikel Anda di situs web dan situs afiliasinya, dan dalam bentuk publikasi lainnya.
Redaksi BaKTINews tidak memberikan imbalan kepada penulis untuk setiap artikel yang dimuat.  Redaksi akan mempromosikan artikel Anda melalui situs kami dan saluran media sosial kami.
Dengan mengirimkan artikel Anda ke BaKTINews dan menandatangani kesepakatan ini, Anda menegaskan bahwa artikel Anda adalah asli hasil karya Anda, bahwa Anda memiliki hak cipta atas artikel ini, bahwa tidak ada orang lain yang memiliki hak untuk ini, dan bahwa konten Artikel Anda tidak mencemarkan nama baik atau melanggar hak, hak cipta, merek dagang, privasi, atau reputasi pihak ketiga mana pun.

Anda menegaskan bahwa Anda setidaknya berusia 18 tahun dan kemampuan untuk masuk ke dalam kesepakatan ini, atau bahwa Anda adalah orang tua atau wali sah dari anak di bawah umur yang menyerahkan artikel.
 
Satu file saja.
batasnya 32 MB.
Jenis yang diizinkan: txt rtf pdf doc docx odt ppt pptx odp xls xlsx ods.