Menyambut Sinergi Perencanaan Pembangunan Papua dan Papua Barat
Penulis : Halia Asriyani
  • Foto: Dok. Program KOMPAK-LANDASAN Fase II
    Foto: Dok. Program KOMPAK-LANDASAN Fase II

Bagaimana melakukan perencanaan pembangunan dengan baik? Pertanyaan ini mungkin seringkali terlintas di benak kita. Perencanaan pembangunan yang baik, salah satunya adalah menjawab kebutuhan masyarakat. Lantas bagaimana menyusun perencanaan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat?

Program sinergi perencanaan merupakan sebuah upaya untuk menciptakan pembangunan Papua dan Papua Barat yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Caranya dengan membuat perencanaan yang partisipatif dan melibatkan layanan dasar kesehatan dan pendidikan (Puskesmas dan Sekolah Dasar) di dalamnya. Selama ini, baik kampung maupun layanan dasar membuat perencanaannya sendiri-sendiri. Bahkan seringkali tidak melibatkan masyarakat dalam proses perencanaannya. Akibatnya perencanaan yang dihasilkan lebih sering tidak mewakili kebutuhan dan harapan masyarakat. Begitu pula dengan perencanaan kampung yang tidak melibatkan Puskesmas dan sekolah sehingga tidak dapat menjawab dengan tepat kebutuhan kesehatan dan pendidikan masyarakat kampung.

Ada banyak permasalahan yang dapat dijawab dan diatasi, jika kampung dan unit layanan mau melakukannya bersama-sama. Demikianlah harapan dari program sinergi perencanaan yang digagas oleh KOMPAK-LANDASAN Fase II. Tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan akses masyarakat Papua dan Papua Barat terhadap layanan dasar (kesehatan dan pendidikan) yang berkualitas.


Perjalanan Panjang Program Sinergi Perencanaan
Program sinergi perencanan ini melalui proses yang panjang hingga benar-benar dapat dipraktikkan di tingkat kampung, Puskesmas dan sekolah. Berangkat dari penyusunan konsep dan pembangunan kesepahaman internal tentang sinergi perencanaan yang dimulai sejak awal 2019. Kemudian dilanjutkan dengan Roadshow dan Konsultasi Panduan Sinergi Perencanaan untuk memperkenalkan dan menggali masukan dari pemerintah daerah mengenai model sinergi perencanaan yang akan dikembangkan di delapan kabupaten di Papua dan Papua Barat. Training of Trainer Sinergi Perencanaan pun menjadi tahap berikutnya untuk menyiapkan fasilitator kabupaten dalam mengawal proses sinergi perencanaan di tingkat kampung, Puskesmas dan sekolah. ToT ini sendiri diawali dengan mempersiapakan fasilitator provinsi untuk melatih fasilitator kabupaten tersebut. Dengan tersedianya fasilitator kabupaten yang telah siap mengawal jalannya sinergi perencanaan   di kabupaten masing-masing, workshop sinergi perencanaan pun dilakukan.

Demikianlah proses persiapan hingga akhirnya workshop sinergi perencanaan kampung, Puskesmas dan sekolah bisa dilakukan pada akhir tahun 2019 hingga awal tahun 2020 di delapan kabupaten yaitu Jayapura, Nabire, Asmat dan Boven Digoel untuk Provinsi Papua. Sementara untuk Provinsi Papua Barat dilakukan di Manokwari Selatan, Sorong, Kaimana dan Fakfak. Workshop sinergi perencanan ini dikerjakan dengan sistem learning by doing. Prosesnya menyesuaikan dengan waktu pelaksanaan penyusunan perencanaan di tingkat kampung, Puskesmas dan sekolah di masing-masing wilayah sasaran program.

Setelah workshop sinergi perencanaan berhasil dijalankan di delapan kabupaten, perjalanan belum berhenti sampai di situ. Masih ada tahap berikutnya yaitu mendampingi proses penyelesaian dokumen perencanaan kampung, Puskesmas dan sekolah. Workshop sinergi perencanaan ini melahirkan usulan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kampung (RPJMK) dan Rencana Kerja Pembangunan Kampung (RKPK); Rencana Usulan Kegiatan (RUK) dan Rencana Pelaksanaan Kegiatan (RPK) Puskesmas; Rencana Kerja Sekolah (RKS), Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS), serta Rencana Kerja Tahunan (RKT) sekolah. Semua dokumen perencanaan ini akan menjadi dasar dalam melakukan kegiatan pembangunan di wilayah kampung masing-masing. Juga kegiatan pemenuhan layanan dasar bagi masyarakat oleh Puskemas dan sekolah.

Proses pendampingan penyelesaian dokumen di seluruh kampung kini telah memasuki tahap finalisasi. Didampingi oleh Tim KOMPAK-LANDASAN melalui koordinator kabupaten dan koordinator distrik bersama dengan fasilitator kabupaten masing-masing, para tim perencana kampung, Puskesmas dan sekolah terus bekerja menyelesaikan dokumen perencanaan mereka. Di dalam perencanaan tersebut akan memuat program kerja yang bersinergi antara kampung, Puskesmas dan sekolah dasar di mana sebelumnya telah disusun bersama-sama dalam workshop.

Sinergi Perencanaan adalah Pengalaman Baru bagi Kampung
Bagi sebagian besar kampung, menyusun dokumen perencanaan sendiri adalah hal baru.  Namun melalui program sinergi perencanaan ini, kampung dapat menyusun perencanaannya secara mandiri dan melakukan perencanaan secara bersinergi dengan Puskesmas dan sekolah dasar. Sejumlah 8 Puskesmas dan  12 sekolah dasar di Papua dan Papua Barat pun menjadi bagian dari program sinergi perencanaan ini.

Alfred Yakore,  Kepala Kampung Yakore, Distrik Demta, Kabupaten Jayapura menyampaikan terima kasih atas program sinergi perencanaan di kampungnya. “Kami berterima kasih pada tim LANDASAN sudah membantu kami menyusun perencanaan. Kami sudah bertahun-tahun bekerja di pemerintahan kampung tapi baru pertama kali kami belajar melakukan ini dan kami berhasil,” tutur Alfred.

Keberadaan fasilitator kabupaten pun menjadi hal yang sangat membantu jalannya proses pendampingan ini, “Kami tidak begitu banyak kendala karena ada fasilitator kabupaten yang ikut mendampingi dan membantu proses ini berjalan baik,” papar Roni Jaisona, Kepala Kampung Marsi, Distrik Kaimana, Kabupaten Kaimana. “Banyak terima kasih pada tim LANDASAN atas banyak pelajaran bermanfaat, akhirnya kami tahu bagaimana menyusun perencanaan sesuai potensi dan kebutuhan di kampung dari semua sektor,” tambahnya lagi.

Blasius Kilmas, Fasilitator Kabupaten Kaimana untuk sektor pendidikan pun sangat mengapresiasi pencapaian dari tim perencanaan sekolah di SD YPK Sisir I, Kampung Marsi Kabupaten Kaimana. “RKT dan RKS adalah hal baru bagi SD di Kampung Marsi ini, namun bisa sampai sejauh ini sangat luar biasa sekali. Teman-teman di sekolah benar-benar belajar banyak dari program ini,” ungkap Blasius.

Hal senada diungkap oleh Natalia Mambraku, Fasilitator Kabupaten Manokwari Selatan untuk sektor kesehatan. Menurutnya kegiatan ini sangat perlu untuk direplikasi di daerah lain. “Kami sangat terima kasih sehingga teman-teman Puskesmas bisa menyusun RUK dan RPK dengan bersinergi bersama kampung. Model perencanaan ini baiknya dilakukan di seluruh wilayah Manokwari Selatan supaya menghasilkan perencanaan yang baik,” pungkasnya.


Menuju Sinergi Perencanaan Papua dan Papua Barat
Sejumlah 12 kampung telah didampingi menyusun perencanaan yang bersinergi dari delapan kabupaten di Papua dan Papua Barat. Salah satu kabupaten yang telah menyelesaikan perencanaannya dan menggelar musyawarah penetapan RPJM dan RKP kampung adalah Kabupaten Manokwari Selatan, tepatnya di Kampung Waroser, Distrik Momiwaren. Kampung Waroser kini menjadi kampung pertama di Kabupaten Manokwari Selatan yang membuat dokumen perencanaannya sendiri secara bersinergi dengan layanan dasar kesehatan dan pendidikan (Puskesmas dan sekolah dasar). Untuk selanjutnya 11 kampung lainnya di Papua dan Papua Barat akan menjadi kampung pertama yang memiliki dokumen perencanaan yang bersinergi antara kampung, Puskesmas dan sekolah di wilayah masing-masing menyusul Kampung Waroser di Manokwari Selatan.

Program sinergi perencanaan ini telah melahirkan cara pandang baru dalam menyusun sebuah perencanaan pembangunan yang akan mendorong kualitas layanan dasar kesehatan dan pendidikan sejalan dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Setelah memahami proses sinergi perencanaan yang dilakukan, sejumlah kabupaten pun tengah menyiapkan replikasi untuk program sinergi perencanaan ini. Salah satunya di Kabupaten Fakfak yang menyatakan siap melakukan replikasi program sinergi perencanaan di 17 distrik wilayahnya.

Mendukung replikasi program, rangkaian produk pengetahuan sinergi perencanaan untuk kampung, Puskesmas dan sekolah kini tengah disiapkan oleh tim KOMPAK-LANDASAN. Rangkaian produk pengetahuan ini akan berisi ringkasan esensi konsep dan panduan mekanisme untuk mengimplementasikan model sinergi perencanaan yang digagas dan dikembangkan oleh Tim KOMPAK-LANDASAN. Juga akan ada seri cerita tentang rangkaian proses membangun sinergi perencanaan yang telah dijalankan oleh Tim KOMPAK-LANDASAN. Seri panduan sinergi perencanaan ini diharapkan dapat menjadi sumber informasi bagi siapa saja yang ingin mengetahui ataupun hendak membangun perencanaan yang bersinergi di tingkat kampung, Puskesmas dan sekolah.

Submission Agreement

Terimakasih atas  ketertarikan Anda untuk mengirimkan artikel ke BaKTINews. Dengan menyetujui pernyataan ini, Anda memberikan izin kepada BaKTINews untuk mengedit dan mempublikasikan artikel Anda di situs web dan situs afiliasinya, dan dalam bentuk publikasi lainnya.
Redaksi BaKTINews tidak memberikan imbalan kepada penulis untuk setiap artikel yang dimuat.  Redaksi akan mempromosikan artikel Anda melalui situs kami dan saluran media sosial kami.
Dengan mengirimkan artikel Anda ke BaKTINews dan menandatangani kesepakatan ini, Anda menegaskan bahwa artikel Anda adalah asli hasil karya Anda, bahwa Anda memiliki hak cipta atas artikel ini, bahwa tidak ada orang lain yang memiliki hak untuk ini, dan bahwa konten Artikel Anda tidak mencemarkan nama baik atau melanggar hak, hak cipta, merek dagang, privasi, atau reputasi pihak ketiga mana pun.

Anda menegaskan bahwa Anda setidaknya berusia 18 tahun dan kemampuan untuk masuk ke dalam kesepakatan ini, atau bahwa Anda adalah orang tua atau wali sah dari anak di bawah umur yang menyerahkan artikel.
 
Satu file saja.
batasnya 32 MB.
Jenis yang diizinkan: txt, rtf, pdf, doc, docx, odt, ppt, pptx, odp, xls, xlsx, ods.