Memperkenalkan Program BangKIT di Tanah Seram, Maluku
Penulis : Sumarni Arianto

Sebagai penanda permulaan secara resmi implementasi program BangKIT (Penghidupan Masyarakat yang Inklusif di Perdesaan Kawasan Timur Indonesia) di Kabupaten Seram Bagian Timur, maka dilaksanakan kegiatan sosialisasi program tingkat kabupaten. Kabupaten Seram Bagian Timur adalah satu dari dua wilayah target program BangKIT bersama dengan kabupaten Sumba Barat Daya Provinsi NTT.

Seram Bagian Timur terpilih menjadi salah satu target kabupaten dengan pertimbangan bahwa kabupaten ini memiliki desa-desa dengan tingkat kerentanan yang tinggi terhadap ancaman perubahan iklim, angka kemiskinan tinggi serta tingkat ketahanan/kapasitas adaptifnya yang rendah. 30 desa telah ditetapkan sebagai lokasi pelaksanaan program, dimana dalam proses pemilihannya ditentukan sendiri oleh pemerintah kabupaten SBT berdasarkan kriteria yang ditetapkan oleh program BangKIT.

Seram Bagian Timur adalah salah satu kabupaten yang berada di Provinsi Maluku. Ibu kota kabupaten ini menurut Undang-Undang, terletak di dataran Hunimoa, akan tetapi pusat kegiatan termasuk pemerintahan berlangsung di Kota Bula. Penduduk kabupaten ini di tahun 2022 berjumlah 143.438 jiwa. Kabupaten Seram Bagian Timur terdiri atas 15 kecamatan dan 198 desa dengan luas wilayah 6.429,88 km². Rata-rata mata pencaharian masyarakatnya adalah petani, nelayan dan pedagang.

Pada tanggal 18 Juli 2023 bertempat di Hotel Mutiara kota Bula -ibukota kabupaten SBT- telah dilaksanakan kegiatan Sosialisasi Program BangKIT tingkat Kabupaten yang dihadiri sebanyak 80 peserta. Kegiatan ini bertujuan agar pemerintah desa dan kecamatan target, serta pemangku kepentingan terkait di tingkat kabupaten mendapatkan informasi dan dapat memahami apa yang menjadi tujuan program, lokasi dan jangka waktu pelaksanaan, pihak-pihak mana saja yang terlibat serta berbagai kegiatan yang akan dilaksanakan selama masa implementasi program. Selain itu, umpan balik berupa saran masukan dan dukungan dari berbagai pihak relevan yang berkaitan dengan pelaksanaan program BangKIT di Kabupaten Seram Bagian Timur juga diperoleh dalam pertemuan ini.

Program Pengembangan Penghidupan Masyarakat yang Inklusif di Perdesaan Kawasan Timur Indonesia (BangKIT) bertujuan untuk meningkatkan akses peluang penghidupan bagi masyarakat yang rentan terhadap kemiskinan dan kerawanan pangan di desa sasaran pada Kabupaten Seram Bagian Timur (Provinsi Maluku) dan Kabupaten Sumba Barat Daya (Provinsi NTT). Program ini mendapatkan dukungan dari Japan Social Development Fund (JSDF) melalui World Bank, dan bekerja sama dengan Yayasan BaKTI (Bursa Pengetahuan Kawasan Timur Indonesia) sebagai lembaga pelaksana yang akan bermitra dengan pemerintah daerah di kedua lokasi untuk mengembangkan perencanaan penghidupan yang inklusif dan berbasis masyarakat, digabungkan dengan penguatan kerja sama di tingkat lokal dalam mendukung inisiatif penghidupan yang dimotori oleh masyarakat.
Tim Program BangKIT Yayasan BaKTI bersama Pemerintah Daerah di Kabupaten Seram Bagian Timur pada tahap awal telah melaksanakan serangkaian kegiatan koordinasi dan konsultasi dalam persiapan implementasi program, termasuk melakukan pembentukan kelompok kerja di tingkat kabupaten serta menyepakati mekanisme perencanaan penghidupan desa yang akan diimplementasikan program BangKIT. Sejalan dengan itu, Yayasan BaKTI juga telah merekrut personil lapangan dan memberikan induksi orientasi berkaitan implementasi program BangKIT serta melaksanakan kegiatan survei data dasar (baseline) sebagai pengukuran awal yang akan dibandingkan dengan hasil survei pengukuran akhir (end-line survey) setelah program BangKIT berakhir.

Kegiatan sosialisasi dihadiri peserta dari berbagai kalangan baik pemerintah maupun non pemerintah. Hadir diantaranya adalah kepala desa/staf desa intervensi, perwakilan pemerintah kecamatan, Bappeda Litbang, Dinas PMD, Kelompok Kerja BangKIT, Perwakilan Organisasi Non Pemerintah serta media. 


Mewakili Bupati SBT, sambutan sekaligus pembukaan kegiatan sosialisasi dibawakan oleh Wakil Bupati SBT, Bapak Idris Rumalutur. Dalam sambutannya, Bapak Idris Rumalutur menyampaikan bahwa mengubah pola pikir masyarakat bukanlah pekerjaan yang mudah, diperlukan pendampingan yang cukup intens agar perlahan-lahan masyarakat dapat belajar mengembangkan diri dan keluarga serta dapat mengubah pola hidup mereka menjadi lebih baik. Menurutnya, SBT adalah salah satu kabupaten yang kaya akan sumber daya alam, tetapi sayangnya masyarakat terlalu lama tidur, mereka tidak mau bangkit untuk mengolah kekayaan daerah ini. “Untuk itu, melalui program BangKIT, saya mengajak semua komponen agar aktif dalam menggerakan semua sumberdaya diri, lembaga maupun desa guna pengembangan penghidupan dengan meningkatkan akses peluang penghidupan bagi masyarakat yang rentan kemiskinan dan kerawanan pangan di desa sasaran intervensi program BangKIT di Kabupaten Seram Bagian Timur” himbau Bapak Wakil Bupati yang juga merupakan Ketua Kelompok Kerja BangKIT Kabupaten SBT.  Ia juga menyampaikan harapan pemerintah daerah SBT agar melalui program BangKIT kerjasama pemerintah kabupaten dan desa dapat dikembangkan menuju penghidupan yang lebih baik. 
Kegiatan yang berlangsung sehari ini diisi dengan 3 materi presentasi yang masing-masing dibawakan oleh perwakilan dari Bappeda Litbang, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten SBT serta dari sisi Program BangKIT sendiri.
Terungkap dalam presentasi yang dibawakan oleh Ibu Nora Marasabessy -Kepala Bidang Fisik dan Prasarana Bappeda Litbang SBT yang menjadi pemateri dalam kegiatan ini- bahwa dalam Indeks Desa Membangun (IDM) tahun 2023, di SBT terdapat 24 desa maju, 92 desa berkembang, 6 desa mandiri, 73 desa tertinggal dan 3 desa yang termasuk dalam kategori sangat tertinggal. Sementara, dana desa yang sudah dikucurkan sejak tahun 2019 hingga 2023 sebesar 1 T 83 Milyar, dengan peruntukan terbanyak adalah untuk sektor perikanan tangkap dan ketahanan pangan.

Dalam materi yang berjudul Strategi dan Kebijakan Program Pemerintah Daerah dalam Pengentasan Kemiskinan di Kabupaten SBT, juga disampaikan bahwa harmonisasi dalam perencanaan pembangunan di daerah akan terlaksana dengan baik apabila dalam proses perencanaan di tingkat desa berpedoman pada dokumen perencanaan desa yaitu RPJMDes dan RKPDesa dengan memperhatikan RPJMD dan RKPD. Selain itu dalam penyusunan RKPDes harus melibatkan unsur Kecamatan dan BAPPEDA Kabupaten, sehingga dapat bersinergi dan berkolaborasi dalam mencapai prioritas perencanaan dari tingkat nasional, provinsi, kabupaten hingga desa. Salah satu strategi pemerintah kabupaten SBT dalam upaya pengentasan kemiskinan adalah dengan pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat desa yang di dalamnya mencakup bidang perikanan tangkap, pertanian, ketahanan pangan, koperasi UKM, perumahan dan kawasan permukiman, serta insfrastruktur air bersih dan sanitasi. Alokasi dana pada ke enam bidang tersebut banyak diarahkan pada bidang perikanan tangkap dan ketahanan pangan yakni masing-masing sebesar 4 Milyar dari total 14,7M di tahun 2023.

Presentasi dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa yang dibawakan oleh Bapak Ahmad Rumalessin mengangkat tema Prioritas Penggunaan Dana Desa di Kabupaten Seram Bagian Timur dalam Pengentasan Kemiskinan dan Peningkatan Penghidupan Masyarakat Desa. Beberapa poin penting dari materi ini di antaranya terkait program prioritas penggunaan dana desa berdasarkan PMK No. 201/PMK.07/2022 dan Permendesa PDTT No. 8 Tahun 2022 yang diarahkan pada beberapa fokus isu yakni pemulihan ekonomi berupa perlindungan sosial dan penangan kemiskinan ekstrim dalam bentuk BLT Ekstrim dalam rentang 10 – 25 % dari anggaran dana desa, dana operasional pemerintah desa 3 %, ketahanan pangan dan hewani serta pembangunan lumbung pangan 20%, dukungan sektor perioritas di desa berupa bantuan permodalan kepada BUMDes, program kesehatan termasuk penanganan stunting, parawisata skala desa sesuai potensi dan karakteristik desa serta mitigasi dan penanganan bencana alam dan non alam sesuai kewenangan desa.

Misi Program BangKIT hadir di SBT adalah membantu dan mendampingi pemerintah dan masyarakat di desa target untuk belajar bagaimana memperbaiki penghidupan warga desa dengan memanfaatkan sumber daya yang dimiliki atau yang dapat diakses secara berkelanjutan. Harapannya melalui program BangKIT penghidupan yang berkelanjutan dapat dicapai melalui peningkatan upaya-upaya penghidupan yang dihasilkan dari perencanaan berbasis masyarakat dan terintegrasi dengan sistem perencanaan pembangunan desa. Demikian pemaparan dari Bapak Ricky Djodjobo -Koordinator Program BangKIT- terkait mekanisme pelaksanaan program di tingkat desa.

Hal yang akan dilakukan dalam Program BangKIT di tingkat yakni melatih dan mendampingi masyarakat mengidentifikasi kebutuhan pengembangan penghidupan masyarakat, melatih dan mendampingi desa dalam merencanakan upaya peningkatan penghidupan serta mendampingi desa mewujudkan rencana dan mengevaluasi hasilnya.  

Setelah sosialisasi tingkat kabupaten dilaksanakan, fasilitator desa akan berkoordinasi dengan pemerintah desa terkait pelaksanaan sosialisasi di tingkat desa serta penyiapan pemilihan kelompok kerja pengembangan penghidupan desa, Pelatihan Kader Desa, Workshop perencanaan pengembangan penghidupan desa, musyawarah desa untuk menyepakati rancangan rencana penghidupan desa serta mengintegrasikan perencanaan penghidupan desa ke dalam rancangan RKP dan RPJM Desa serta daftar usulan untuk Musrenbang Kecamatan.    

Dalam sesi diskusi tanya jawab oleh seluruh peserta, beragam pendapat, masukan dan juga pernyataan komitmen terangkum, seperti yang diungkapkan oleh Bapak M. Irfan Camat Teluk Waru. Ia menyatakan kesiapannya memfasilitasi kegiatan BangKIT di Kecamatan Teluk Waru dalam rangka sinkronisasi RPJMDes, asalkan data dari kabupaten tersedia.  

Sosialisasi program BangKIT di tingkat Kabupaten SBT menghasilkan kesepakatan rencana tindak lanjut di antaranya terkait rencana sosialisasi dan pembentukan Pokja tingkat desa di 29 desa target lainnya setelah sebelumnya 1 desa telah mengawali sosialisasi yakni di Desa Solang Kecamatan Teluk Waru pada tanggal 6 Juli 2023.

Submission Agreement

Terimakasih atas  ketertarikan Anda untuk mengirimkan artikel ke BaKTINews. Dengan menyetujui pernyataan ini, Anda memberikan izin kepada BaKTINews untuk mengedit dan mempublikasikan artikel Anda di situs web dan situs afiliasinya, dan dalam bentuk publikasi lainnya.
Redaksi BaKTINews tidak memberikan imbalan kepada penulis untuk setiap artikel yang dimuat.  Redaksi akan mempromosikan artikel Anda melalui situs kami dan saluran media sosial kami.
Dengan mengirimkan artikel Anda ke BaKTINews dan menandatangani kesepakatan ini, Anda menegaskan bahwa artikel Anda adalah asli hasil karya Anda, bahwa Anda memiliki hak cipta atas artikel ini, bahwa tidak ada orang lain yang memiliki hak untuk ini, dan bahwa konten Artikel Anda tidak mencemarkan nama baik atau melanggar hak, hak cipta, merek dagang, privasi, atau reputasi pihak ketiga mana pun.

Anda menegaskan bahwa Anda setidaknya berusia 18 tahun dan kemampuan untuk masuk ke dalam kesepakatan ini, atau bahwa Anda adalah orang tua atau wali sah dari anak di bawah umur yang menyerahkan artikel.
 
Satu file saja.
batasnya 24 MB.
Jenis yang diizinkan: txt, rtf, pdf, doc, docx, odt, ppt, pptx, odp, xls, xlsx, ods.