2018 silam, 75 anak meninggal karena gizi buruk di Kabupaten Asmat, Provinsi Papua Selatan. Kondisi ini kemudian dicatat sebagai kejadian luar biasa. Tujuh tahun berlalu, berbagai upaya telah dilakukan melalui program-program pemerintah seperti pemberian makanan tambahan, peningkatan pelayanan kesehatan, hingga pemberian bantuan dana untuk keluarga dengan harapan dapat meningkatkan akses masyarakat terhadap makanan bergizi dari aspek ekonomi. Meskipun begitu, gizi kurang dan gizi buruk masih menjadi persoalan yang belum sepenuhnya teratasi di kawasan timur Indonesia.
Selain akses, pengetahuan masyarakat akan pentingnya makanan yang sehat dan bergizi serta cara penyediaannya juga menjadi permasalahan. Belum lagi, godaan makanan-makanan instan yang memudahkan dalam penyajiannya menjadi tantangan tersendiri. Padahal, penyedia utama makanan untuk anak adalah keluarga. Bisa dikatakan, kecukupan gizi anak melalui makanannya tergantung dari apa yang disediakan oleh keluarga di rumah.
Jika hendak menciptakan generasi emas seperti yang dicita-citakan, tentu ini perlu dimulai dari generasi yang sehat agar bisa bertumbuh dengan maksimal dan menjadi generasi yang produktif. Karena itu, edukasi mengenai makanan sehat dan bergizi bagi keluarga menjadi hal yang penting.
Apa itu makanan sehat dan bergizi?
Makanan sehat adalah makanan yang bisa menjaga tubuh kita untuk tetap fit dan bugar, sehingga minim risiko penyakit. Namun untuk makanan sehat sendiri, kita perlu tahu makanan seperti apa yang perlu kita konsumsi dan seberapa banyak porsinya sesuai dengan kebutuhan tubuh kita. Nah di sini masuklah pengertian makanan bergizi.
Jadi makanan bergizi adalah makanan yang memenuhi kebutuhan gizi tubuh kita seperti vitamin, mineral, karbohidrat, protein, lemak, kalsium, serat dan air. Kebutuhan gizi masing-masing orang ini akan berbeda tergantung dari jenis kelamin, usia, dan aktivitasnya sehari-hari. Misalnya jika seseorang lebih banyak melakukan aktivitas fisik, maka kebutuhan gizinya akan semakin besar dibanding orang yang bekerja dengan duduk sepanjang hari. Hal ini kemudian disebut sebagai angka kecukupan gizi. Perbedaan energi yang dibutuhkan masing-masing orang untuk dipenuhi dengan asupan makanan yang komponennya sesuai kebutuhan.
Dari pengertian ini, masih cukup banyak pemahaman yang sebenarnya keliru tentang makanan bergizi. Masih banyak yang menyamakan makanan bergizi dengan makanan “Empat Sehat Lima Sempurna”. Slogan yang sering kita dengan berupa makanan pokok, lauk pauk, sayur, buah dan disempurnakan dengan susu. Sementara makanan bergizi perlu dikaitkan dengan aktivitas fisik, konsumsi air putih sehari-hari dan penting juga mengonsumsi makanan yang bisa menjaga berat badan tetap ideal. Jadi bicara makanan bergizi tidak hanya mencakup makanan saja tapi perlu melihat banyak aspek selain makanan itu sendiri.
Pentingnya makanan bergizi sejak dini
Anak-anak, sangat perlu untuk mendapatkan asupan makanan bergizi bahkan sejak pertama kali ia mengonsumsi makanan padat di usia 6 bulan. Hal ini karena anak-anak, terutama balita adalah masa dimana seseorang mengalami lonjakan pertumbuhan yang sangat pesat. Di usia remaja menuju dewasa, angka kecukupan gizi akan mulai menurun dan akan terus menurun hingga lansia. Jadi, usia balita hingga remaja adalah usia dimana kita harus mengejar kecukupan gizi anak untuk memaksimalkan pertumbuhannya. Gizi yang memadai sejak dini berperan penting dalam membentuk fondasi kesehatan seumur hidup, termasuk sistem kekebalan tubuh yang kuat, perkembangan otak yang optimal, dan pertumbuhan fisik terutama tulang yang baik.
Di masa ini, mengenalkan berbagai variasi makanan juga perlu dilakukan. Karena anak akan mengenal makanan hanya dari apa yang kita berikan. Jika kita terus menyediakan makanan cepat saji, cemilan yang tidak sehat, atau jenis makanan yang tidak variatif dan tidak lengkap kebutuhan gizinya, ini akan menjadi pola makan bagi anak. Pola makan yang sudah terbentuk akan sangat sulit untuk diubah. Misalnya jika kita tidak pernah mengenalkan sayur pada anak, maka seterusnya ia akan menolak sayur masuk ke tubuhnya dan kemungkinan besar akan terus berlangsung hingga ia dewasa. Karena itu, sejak dini anak-anak perlu mencoba berbagai makanan agar kemungkinan ia menjadi pemilih makanan nantinya bisa diminimalisir.
Karena itu, masa kanak-kanak juga sekaligus menjadi masa yang riskan. Karena jika kita gagal memberikan asupan yang baik maka akan terlihat efeknya ketika dewasa nantinya. Jika berkaitan dengan pertumbuhan, mungkin kita bisa segera mengukur kecukupannya dengan melihat tanda-tanda fisik seperti apakah berat badannya bertambah atau tinggi badannya bertambah. Namun jika berbicara soal perkembangannya, ini akan menjadi hal yang kompleks karena sulit untuk diukur dengan mudah, seperti perkembangan otak dan motorik. Karena itu, kita perlu untuk berupaya memberikan asupan yang bergizi bagi anak agar bisa meminimalisir masalah pertumbuhan dan perkembangan anak yang mungkin dapat terjadi.
Bagaimana menyediakan makanan bergizi?
Banyak orang mungkin berpikir bahwa menyediakan makanan bergizi ini sulit dan mahal. Padahal kita dapat menyediakan makanan bergizi dengan menggunakan bahan-bahan yang dapat ditemukan di sekitar kita ataupun yang tersedia di rumah. Karbohidrat dapat diambil dari nasi, ataupun jagung, ubi dan sagu. Protein hewani dapat diambil dari daging baik itu daging sapi atau ayam, ikan ataupun juga telur. Sementara protein nabati bisa diperoleh dari olahan kacang-kacangan seperti tahu ataupun tempe.Sayuran dan buah pun tidak harus yang mahal, sayuran seperti sayur bayam atau kangkung serta buah-buahan seperti buah pepaya, pisang atau semangka adalah contoh sayur dan buah yang mudah ditemui dan terjangkau namun tetap memenuhi kebutuhan gizi. Jadi kita bisa menyediakan makanan bervariasi dengan menggunakan bahan yang ada di sekitar kita dan tidak harus mahal.
Selain variasi, salah satu hal penting yang kita pahami juga adalah cara pengolahan makanan. Kebanyakan dari kita mungkin mengolah makanan dengan digoreng. Jika dalam satu kali makan semua lauknya digoreng, maka ini tentu akan mengurangi kualitas dari makanan tersebut karena kandungan minyaknya yang sangat banyak. Jika ada satu lauk berupa gorengan, maka lauk lainnya bisa direbus, dikukus atau dipanggang.
Porsi makanan juga menjadi hal yang perlu diperhatikan. Penting untuk menjaga berat badan anak tetap ideal. Mungkin ada yang berpikir bahwa anak yang sehat adalah yang gemuk sehingga porsi makanannya melebihi kebutuhan. Kembali ke prinsip makanan bergizi yaitu makanan yang sesuai dengan kebutuhan tubuh, jadi jangan sampai melebihi dari yang tubuh butuhkan dan justru menyebabkan kegemukan, apalagi sampai obesitas.
Menurut salah satu Dosen Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin, Laksmi Trisasmita, S.Gz., M.K.M., masyarakat seringkali keliru dalam memahami makanan sehat dan bergizi. Selama ini banyak yang mengira bahwa makanan bergizi adalah yang mahal. Ini juga dipengaruhi oleh edukasi-edukasi tentang makanan bergizi secara visual yang memperlihatkan jenis-jenis makanan tertentu yang memang tidak mudah dijangkau oleh beberapa kalangan. Akhirnya pemahaman masyarakat menjadi berpatokan pada apa yang mereka lihat tersebut.
Di Indonesia Timur sendiri, sebagian besar memiliki kekayaan alam dengan hasil pangan yang melimpah dan beragam. Semua itu bisa dimanfaatkan namun lagi-lagi pengetahuan menjadi kendala. Masyarakat seringkali tidak tahu bahwa bahan-bahan makanan di sekitar mereka sebenarnya bisa dimanfaatkan. Karena itu Laksmi menempatkan pengetahuan sebagai landasan utama dalam penyediaan makanan bergizi. “Pertama itu orang tua harus tahu dulu, seperti apa itu makanan bergizi, baru kemudian persoalan akses.” Ungkapnya.
Laksmi juga menekankan bahwa anak-anak wajib untuk tumbuh sehat dan berkembang dengan maksimal yang dipengaruhi salah satunya dari asupan makanan sehari-hari. “Patut semua keluarga itu mampu untuk menyediakan makanan bergizi terutama bagi anaknya. Walaupun itu mungkin secara tampilan tidak seperti yang kita lihat dibagikan di sekolah mereka, tapi kita tidak butuh tampilan. Yang kita butuhkan adalah kecukupan energi yang dihadirkan di keluarga dan pengolahan serta pengawasannya akan lebih baik kalau disediakan di rumah. ”Pungkasnya.
Memperkenalkan dan menyiapkan makanan bergizi bagi anak sejak dini merupakan upaya untuk menyiapkan generasi penerus yang sehat dan produktif. Upaya untuk mewujudkan generasi emas itu, mari kita mulai dari menyediakan makanan yang sehat dan bergizi bagi anak-anak kita.