• Foto: Syaifullah/Yayasan BaKTI
    Foto: Syaifullah/Yayasan BaKTI

“Maaf, ada yang punya video BANGGA Papua?” tanya Nikodemus Wanma, salah satu anggota Sekretariat Bersama (Sekber) BANGGA Papua Kabupaten Lanny Jaya yang berasal dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung. Pertanyaan itu diajukan Nikodemus, yang kerap disapa Emus, awal September 2019 lalu. Ia memastikan dirinya memiliki video-video BANGGA Papua karena sedang merencanakan sosialisasi Nikodemus adalah salah satu anggota Sekber KabupatenLanny Jaya yang cukup aktif.

Nikodemus adalah satu dari sekian anggota Sekber baru Kabupaten Lanny Jaya. Mereka baru mulai aktif di bulan Maret 2019, menggantikan anggota Sekber lama yang berakhir masa tugasnya. Menjelang awal tahun 2019, Sekber BANGGA Papua Kabupaten Lanny Jaya memang berbenah. Beberapa perubahan besar dilakukan, termasuk mengalihkan wewenang pelaksanaan Sekber yang sebelumnya berada di Bappeda Kabupaten Lanny Jaya, ke tangan Dinas Sosial Kabupaten Lanny Jaya. Dengan demikian struktur anggota baru Sekber Lanny Jaya juga berubah.

Sebagian besar anggota Sekber yang baru berasal dari Dinas Sosial ditambah dari berbagai lembaga pemerintah lain. Ada yang dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Dinas Kesehatan, Pemberdayaan Masyarakat Kampung, Bappeda dan bahkan dari unsur non ASN seperti kader Posyandu, tokoh pemuda dan pemuka agama.

Mereka inilah yang hadir dalam pelatihan komunikasi persuasif yang digelar Sekber Kabupaten Lanny Jaya bekerjasama dengan mitra KOMPAK-BaKTI tanggal 27-28 April 2019 di Wamena, Kabupaten Jayawijaya. Pelatihan merupakan ulangan dari pelatihan di tahun sebelumnya yang bertujuan memastikan anggota Sekber yang baru, benar-benar paham tentang program BANGGA Papua meliputi tujuan strategis BANGGA Papua, latar belakang lahirnya BANGGA Papua, bagaimana program dijalankan? dan bagaimana menyosialisasikan program kepada masyarakat?

Foto: Syaifullah/Yayasan BaKTI
Foto: Syaifullah/Yayasan BaKTI


Melebarkan Sayap
Pelatihan di Wamena itu hanya awal, karena selang tiga bulan kemudian pelatihan lain digelar di Tiom, ibukota Lanny Jaya. Kali ini peserta lebih beragam dan didominasi unsur non ASN seperti bidan, kader Posyandu, perawat, anggota Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Lanny Jaya, dan beberapa tokoh agama.

Sekber Lanny Jaya benar-benar ‘melebarkan sayap’, merangkul pihak-pihak lain yang dinilai bisa membantu menyukseskan sosialisasi dan pendataan BANGGA Papua di Lanny Jaya. Kader-kader Posyandu, anggota tim penggerak PKK dan pemuka agama ini diharapkan bisa menjadi perpanjangan tangan tim Sekber hingga ke tingkat kampung, khususnya untuk urusan sosialisasi program dan edukasi pemanfaatan dana BANGGA Papua.

Usaha ‘melebarkan sayap’ ini muncul dari kenyataan sulitnya melaksanakan program tanpa bantuan dari pihak lain. Anggota Sekber paham, dengan jumlah anggota yang terbatas maka akan sulit untuk menjangkau seluruh wilayah Kabupaten Lanny Jaya yang terdiri dari 39 distrik, 358 kampung dan 1 kelurahan. Banyak dari wilayah tersebut sulit dijangkau. Ada distrik yang tidak punya akses jalan darat memadai sehingga harus dijangkau dengan jalan kaki lebih dari sehari. Luasnya wilayah ini tidak sebanding dengan jumlah anggota Sekber sehingga opsi melibatkan pihak lain menjadi sangat masuk akal.

Dari beberapa pihak yang diajak, tenaga kesehatan seperti bidan, perawat, dan kader Posyandu adalah pilihan tepat. Pihak-pihak ini sudah sangat akrab dengan isu dan kegiatan terkait dengan kesehatan anak. Sehari-hari mereka memang bertugas mengajarkan ibu-ibu tentang pola hidup sehat dan makanan bergizi untuk anak, sekaligus melakukan penimbangan berat badan dan pemberian makanan tambahan untuk anak. Ini pasti sejalan dengan tujuan program BANGGA Papua.

Siska Wakerwa dan Milka Yigibalom muncul sebagai dua sosok yang menonjol. Keduanya dari Dinas Sosial Kabupaten Lanny Jaya dan juga masuk dalam struktur keanggotaan Sekber BANGGA Papua Kab. Lanny Jaya. Mereka menonjol karena selain memahami program, mereka juga terampil dalam menyampaikan informasi/pesan tentang BANGGA Papua. Siska dan Milka berpotensi besar untuk membantu kerja-kerja Sekber Kabupaten Lanny Jaya.

Foto: Syaifullah/Yayasan BaKTI
Foto: Syaifullah/Yayasan BaKTI


Kehadiran mereka berdua melengkapi aset penting lain yang ditemukan, yaitu kader Posyandu dan tokoh agama. Kedekatan kader Posyandu dan tokoh agama dengan warga kampung sasaran program BANGGA Papua menjadi modal penting, apalagi mereka telah diberi bekal pengetahuan mendalam tentang program dan tentu saja teknik komunikasi persuasif. Mereka sudah punya modal, tinggal dilengkapi dan ditambah dengan pengetahuan baru. Semangat mereka pun luar biasa untuk mendukung program BANGGA Papua di Lanny Jaya.

“Apa yang kami peroleh dari pelatihan ini pertama-tama akan kami bawa ke keluarga kami. Setelah itu akan kami bawa ke masyarakat di sekitar kami, untuk anak-anak Lanny Jaya yang lebih sehat,” kata Peli Wanimbo, salah seorang perawat yang menjadi peserta pelatihan. “Kami jadi tahu bagaimana menjaga gizi anak kami. Kami juga tahu bagaimana menceritakan ini kepada orang lain, supaya anak-anak kita sehat dan cerdas,” tambah Ester Wenda, kader Posyandu yang juga ikut menjadi peserta.

Terus Berbenah
Selepas pelatihan pertama di Wamena bulan April 2019 lalu, Sekber Lanny Jaya yang baru ini memang terus bergerak meski dalam keterbatasan. Mereka tancap gas dengan melakukan pendataan. Tahun 2018, Sekber BANGGA Papua Kabupaten Lanny Jaya mencatatkan 2.980 ibu dan wali penerima manfaat dengan jumlah 3.354 anak usia di bawah empat tahun yang berhak menerima dana BANGGA Papua. Jumlah ini masih berada di bawah target mereka yaitu 5.000 ibu/wali. Tahun 2019, Sekber Lanny Jaya berusaha untuk mengejar target tersebut hingga akhir tahun.

Di sisi sosialisasi, kerjasama dengan berbagai elemen lain di luar anggota Sekber juga terus dilakukan. Pelatihan di bulan April dan Juli adalah dua cara untuk membekali para tenaga sosialisasi dengan pengetahuan yang cukup tentang BANGGA Papua. Mereka pun tidak hanya dilibatkan dalam sosialisasi saja, tapi juga persiapan pencairan dana.

“Kader-kader yang sudah dilatih saya pikir dilibatkan juga dalam proses persiapan pembayaran tahap 1 tahun 2019. Soalnya kalau mereka sudah sosialisasi BANGGA Papua kepada masyarakat dan mereka belum tahu kapan pembayaran dilakukan, atau ada perubahan jadwal pembayaran, maka mereka kemungkinan akan disalahkan oleh penerima manfaat yang baru,” kata Nikodemus.

Kalimat tersebut menandakan betapa Sekber Lanny Jaya benar-benar menilai penting posisi dan peran para kader Posyandu atau elemen lain yang sudah membantu mereka melakukan sosialisasi.

Anggota Sekber Lanny Jaya memang menyadari betapa pentingnya program BANGGA Papua. Saat pelatihan bulan April lalu di Wamena, Dikson Kotouki salah satu peserta mengatakan, “Selama ini banyak program yang hanya bersifat mendukung popularitas pejabat. Tapi BANGGA Papua tidak. Program ini benar untuk menjaga generasi emas Papua.”

Kesadaran itulah yang membuat mereka terus berbenah. Setahun sebelumnya, Sekber Lanny Jaya memang menghadapi banyak masalah, baik internal maupun eksternal. Masalah itu juga yang menghalangi mereka untuk berbuat banyak melaksanakan tugas di program BANGGA Papua. Di sisi sosialisasi, mereka hanya sekali mengadakan sosialisasi.

Foto: Syaifullah/Yayasan BaKTI
Foto: Syaifullah/Yayasan BaKTI


“Kita hanya bisa satu kali sosialisasi, di bulan April waktu tim Yayasan BaKTI datang. Waktu itu sosialisasinya di Distrik Tiomneri,” kata Robert Kamo, Ketua Sekber Lanny Jaya waktu itu, saat kunjungan tim monitoring pelaksanaan program BANGGA Papua menyambangi Lanny Jaya di bulan September 2018.

Berbeda dengan situasi saat ini ketika anggota Sekber Lanny Jaya merangkul tenaga kesehatan seperti kader Posyandu, bidan, dan perawat. Kalau dulu, mereka hanya bergerak sendirian sehingga tentu saja sulit untuk menjangkau seluruh masyarakat Lanny Jaya. Kekurangan inilah yang coba dibenahi oleh Sekber Lanny Jaya yang baru.

Kurangnya sosialisasi ini membuat masih banyak warga Lanny Jaya yang tidak tahu informasi tentang BANGGA Papua. Karena tidak tahu, mereka pun tidak merasa perlu mendaftarkan diri. Bahkan perangkat pemerintah di tingkat distrik dan kampung pun tidak semuanya paham tentang BANGGA Papua, dan tentu saja tidak dapat membantu kerja Sekber untuk melakukan sosialisasi dan pendataan. Hingga akhirnya, jumlah penerima manfaat BANGGA Papua di Lanny Jaya untuk tahun 2018 masih di bawah angka yang ditargetkan.

Tahun 2019 Sekber Lanny Jaya benar-benar berbenah. Anggota Sekber terlihat lebih bersemangat, pun dengan elemen lain yang coba dirangkul untuk membantu. Semangat dan dukungan mereka serta munculnya champion baru di Lanny Jaya tentu jadi harapan baru untuk Sekber BANGGA Papua Lanny Jaya. Hal ini diakui oleh Sikmen Pekei, yang sekarang menjabat sebagai Sekretaris Sekber Kab. Lanny Jaya. Sikmen berharap kehadiran champion Sekber Lanny Jaya ini bisa membantu melancarkan pelaksanaan program BANGGA Papua di Lanny Jaya.

Submission Agreement

Terimakasih atas  ketertarikan Anda untuk mengirimkan artikel ke BaKTINews. Dengan menyetujui pernyataan ini, Anda memberikan izin kepada BaKTINews untuk mengedit dan mempublikasikan artikel Anda di situs web dan situs afiliasinya, dan dalam bentuk publikasi lainnya.
Redaksi BaKTINews tidak memberikan imbalan kepada penulis untuk setiap artikel yang dimuat.  Redaksi akan mempromosikan artikel Anda melalui situs kami dan saluran media sosial kami.
Dengan mengirimkan artikel Anda ke BaKTINews dan menandatangani kesepakatan ini, Anda menegaskan bahwa artikel Anda adalah asli hasil karya Anda, bahwa Anda memiliki hak cipta atas artikel ini, bahwa tidak ada orang lain yang memiliki hak untuk ini, dan bahwa konten Artikel Anda tidak mencemarkan nama baik atau melanggar hak, hak cipta, merek dagang, privasi, atau reputasi pihak ketiga mana pun.

Anda menegaskan bahwa Anda setidaknya berusia 18 tahun dan kemampuan untuk masuk ke dalam kesepakatan ini, atau bahwa Anda adalah orang tua atau wali sah dari anak di bawah umur yang menyerahkan artikel.
 
Satu file saja.
batasnya 32 MB.
Jenis yang diizinkan: txt, rtf, pdf, doc, docx, odt, ppt, pptx, odp, xls, xlsx, ods.