• Proses pencairan dana BANGGA Papua oleh petugas pembayaran dari Bank Papua
    Proses pencairan dana BANGGA Papua oleh petugas pembayaran dari Bank Papua

Puluhan ibu duduk dengan rapi di teras gereja, tidak jauh dari dermaga di Kampung Nakai, Distrik Pulau Tiga, Kabupaten Asmat. Sebagian besar ibu membawa anak-anak berusia empat tahun atau lebih muda. Tidak sedikit ibu yang datang membawa bayi. Suara anak-anak yang bermain bersahutan dengan suara bayi yang menangis. Sesekali ibu-ibu itu menenangkan anaknya, lalu kembali duduk menunggu saat dipanggil.

Hari pertama pelayanan pencairan dana BANGGA Papua di Distrik Pulau Tiga, salah satu titik pembayaran untuk melayani warga dari tujuh kampung di Distrik Pulau Tiga.  Tujuh orang anggota Sekretariat Bersama (Sekber) Kabupaten Asmat bertugas hari itu. Dua orang petugas dari Bank Papua melayani penerima manfaat yang diperkirakan berjumlah 396 penerima manfaat.

Satu per satu ibu penerima manfaat program BANGGA Papua kemudian dipanggil. Di dalam gereja telah tersedia meja untuk melayani ibu-ibu yang dipanggil berurutan berdasarkan kampung. Setiap ibu yang datang membawa map plastik berisi dokumen kependudukan seperti KTP, kartu keluarga, dan akta kelahiran anak. Mereka yang sebelumnya telah menerima dana BANGGA Papua juga membawa buku tabungan yang diterima pada pencairan dana tahun 2018. 

Di titik-titik pembayaran, Dinas Kesehatan Kabupaten Asmat memberikan layanan kesehatan kepada anak-anak penerima dana BANGGA Papua (kanan bawah) Foto : Syaifullah/Yayasan BaKTI
Di titik-titik pembayaran, Dinas Kesehatan Kabupaten Asmat memberikan layanan kesehatan kepada anak-anak penerima dana BANGGA Papua
Foto : Syaifullah/Yayasan BaKTI


Salah satu syarat menerima dana BANGGA Papua adalah kepemilikan dokumen kependudukan. Ibu atau wali dari anak calon penerima manfaat harus memiliki KTP dan kartu keluarga. Tim pendataan BANGGA Papua yang bekerja sama dengan Dinas Dukcapil awalnya memang harus bekerja keras  membantu ibu dan wali penerima manfaat mengurus KTP dan kartu keluarga mereka. 

Kerja keras itu membuahkan hasil. Setelah pencairan dana BANGGA Papua pertama kali dilakukan pada tahun 2018 justru para ibu atau wali dari calon penerima manfaat yang mendatangi kantor Sekber BANGGA Papua di Kabupaten Asmat untuk mendaftarkan diri dan mengurus kelengkapan dokumen kependudukan. “BANGGA Papua ini memang membantu sekali proses merapikan dokumen kependudukan,” Kata Marcellianus Yohanes, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Asmat, yang menjadi ketua rombongan tim pencairan dana di Distrik Pulau Tiga.

Hal senada disampaikan oleh Dewi Lingga Sari yang pernah menjabat sebagai pelaksana tugas (Plt.) Dinas Dukcapil. “Berkat dukungan BANGGA Papua, kami sangat terbantu meningkatkan kepemilikan dokumen kependudukan masyarakat,” ujar Dewi. 

Kesibukan anggota Sekber melayani para penerima manfaat saat pencairan dana BANGGA Papua
Kesibukan anggota Sekber melayani para penerima manfaat saat pencairan dana BANGGA Papua
Foto: Syaifullah/Yayasan BaKTI


Saat pembayaran dilakukan pada Oktober 2019, ibu atau wali penerima manfaat datang ke tempat pembayaran dengan dokumen kependudukan yang sudah lengkap. Kelengkapan administrasi yang telah disiapkan membantu melancarkan proses verifikasi data di saat pencairan dana BANGGA Papua. Anggota Sekber tidak butuh waktu lama untuk melakukan verifikasi data para penerima manfaat.  

Sangat berbeda dengan situasi pembayaran dana pertama BANGGA Papua di akhir Desember 2018. Saat itu, masih banyak ibu atau wali penerima manfaat yang masih belum mengerti tentang pentingnya kelengkapan dokumen kependudukan untuk menerima dana BANGGA Papua. 

Kepala Kampung sosialisasi penggunaan dana dengan bahasa lokal
Kepala kampung sosialisasi penggunaan dana dengan bahasa lokal
Foto: Syaifullah/Yayasan BaKTI


Dalam presentasinya di hadapan pejabat Bappenas dan Kedutaan Australia yang berkunjung ke Asmat beberapa waktu lalu, Ketua Sekber BANGGA Papua Kabupaten Asmat juga menyampaikan bahwa BANGGA Papua ikut meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya kelengkapan dokumen kependudukan “Ini dibuktikan dengan makin banyaknya warga yang datang ke Sekber untuk mengurus Akta Kelahiran,” jelas Ketua Sekber Asmat waktu itu, Frans Sinurat. 

“Dengan adanya Program BANGGA Papua, sa pu masyarakat di dalam kampung ini su banyak yang punya kartu keluarga dan akta lahir anak,” ujar Willy Brodus, Kepala Kampung Agats. Pembenahan dokumen kependudukan di Kabupaten Asmat ini memang menjadi salah satu praktik baik dari pelaksanaan Program BANGGA Papua di kabupaten itu. 


Mendekatkan Layanan Kesehatan kepada Masyarakat
Di sisi lain halaman depan gereja itu, empat orang perempuan berseragam putih sibuk menemani ibu-ibu penerima manfaat yang baru saja menerima dana BANGGA Papua. Sekber Asmat memang sudah menata alur pencairan dana, sehingga semua ibu yang telah menerima dana akan diarahkan ke bagian edukasi pemanfaatan dana yang berada di depan gereja. Di sana, para petugas kesehatan dari Puskesmas Nakai mengingatkan kembali tentang pentingnya gizi bagi anak dan apa saja yang bisa dilakukan oleh ibu atau wali untuk menjaga gizi dan kesehatan anak-anaknya. Mereka juga mengulang pesan tentang jenis barang apa saja yang harus dibeli dengan menggunakan dana BANGGA Papua dan barang apa saja yang tidak boleh dibeli dengan dana BANGGA Papua.

Tetapi bukan hanya itu yang menarik adalah, para petugas kesehatan itu sekalian juga memberikan layanan kesehatan bagi ibu dan anak penerima manfaat BANGGA Papua. Mulai dari pemberian imunisasi, penimbangan berat badan, deteksi dini ancaman stunting pada anak, hingga pemberian obat cacing dan kaki gajah bagi para ibu atau wali. Sekali mengayuh dayung, dua tiga pulau terlampaui. 

“Biasanya kita susah ketemu mereka. Kalau kita ke kampung, mereka kan biasanya di hutan. Anak-anak juga dibawa,” kata Matea Yyongarut, salah satu suster yang bertugas di Puskesmas Nakai. “Makanya, mumpung sekarang mereka berkumpul, sekalian saja kita kasih layanan kesehatan,” sambungnya lagi.

Ini memang strategi jitu petugas kesehatan dan Sekber Asmat. Bayangkan, ada ribuan ibu dan anak yang datang ke titik pembayaran dana BANGGA Papua. Ini merupakan kesempatan emas untuk memastikan bahwa mereka mendapatkan layanan kesehatan sebagaimana mestinya. 

Jumlah ibu atau wali penerima manfaat di Asmat per Juni 2019 tercatat 11.402 orang, sementara jumlah anak penerima manfaat ada 16.209 anak. Melihat data ini, layanan kesehatan kepada ibu dan anak dapat dilakukan secara masif ketika mereka datang ke titik pembayaran untuk menerima dana BANGGA Papua. 


Dukungan Bupati Asmat untuk Kolaborasi
Kolaborasi ini memang sudah direncanakan dengan baik oleh Sekber Asmat, seperti yang diutarakan oleh Frans Sinurat, Kepala BKAD Kabupaten Asmat, yang juga mantan Ketua Sekber Kabupaten Asmat.

“Kolaborasi seperti inilah yang kita harapkan. Jadi Dinas Dukcapil dimudahkan bisa memperbaiki data kependudukan. Petugas kesehatan juga bisa melakukan layanan kesehatan karena mumpung warga bisa berkumpul di satu tempat,” ujar Frans.

Sekber Asmat juga gencar memfasilitasi kerjasama antar dinas di kabupatennya. Dukungan langsung, tegas dan berkelanjutan yang diberikan Bupati Asmat, Elisa Kambu, sangat menguatkan ikatan antar dinas untuk bersama-sama memastikan keberhasilan Program BANGGA Papua di Asmat. 

Sosialisasi tentang program BANGGA Papua diberikan kepada seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di Kabupaten Asmat. Setelah itu, sosialisasi BANGGA Papua juga dimandatkan untuk disampaikan oleh OPD-OPD tersebut, ketika mereka turun ke distrik dan kampung. Sosialisasi BANGGA Papua juga diselipkan dalam agenda Musrenbang kampung dan distrik. Penugasan-penugasan seperti ini dikuatkan oleh Bupati Asmat melalui aturan-aturan yang dikeluarkannya.

Bersama Sekber Asmat, Elisa Kambu bahkan sering turun langsung ke distrik-distrik dan titik-titik pembayaran untuk mensosialisasikan tentang Program BANGGA Papua dan mengedukasi masyarakatnya tentang manfaat dana yang diberikan. Peran sertanya yang langsung ini tentu memberikan semangat besar kepada seluruh jajaran pelaksana program di kabupatennya. 

Setelah uji coba dilakukan selama satu tahun di Asmat, BANGGA Papua memang terlihat memberikan dampak positif bagi kabupaten tersebut. Pertama, kesadaran masyarakat tentang pentingnya gizi dan kesehatan anak meningkat. Kedua, makin banyak masyarakat di Asmat yang memiliki dokumen kependudukan. Pencatatan kependudukan di Asmat juga menjadi makin rapi dan lebih akurat. Ketiga, ibu dan anak di Asmat menerima layanan kesehatan dari petugas kesehatan dan keempat, kerjasama lintas sektor antar OPD di Kabupaten Asmat juga menjadi lebih baik. 

Sekber Asmat telah menginisiasi sebuah kolaborasi yang melahirkan kebiasaan dan cara pikir baru untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Asmat dan memajukan masa depan Kabupaten Asmat. 

Submission Agreement

Terimakasih atas  ketertarikan Anda untuk mengirimkan artikel ke BaKTINews. Dengan menyetujui pernyataan ini, Anda memberikan izin kepada BaKTINews untuk mengedit dan mempublikasikan artikel Anda di situs web dan situs afiliasinya, dan dalam bentuk publikasi lainnya.
Redaksi BaKTINews tidak memberikan imbalan kepada penulis untuk setiap artikel yang dimuat.  Redaksi akan mempromosikan artikel Anda melalui situs kami dan saluran media sosial kami.
Dengan mengirimkan artikel Anda ke BaKTINews dan menandatangani kesepakatan ini, Anda menegaskan bahwa artikel Anda adalah asli hasil karya Anda, bahwa Anda memiliki hak cipta atas artikel ini, bahwa tidak ada orang lain yang memiliki hak untuk ini, dan bahwa konten Artikel Anda tidak mencemarkan nama baik atau melanggar hak, hak cipta, merek dagang, privasi, atau reputasi pihak ketiga mana pun.

Anda menegaskan bahwa Anda setidaknya berusia 18 tahun dan kemampuan untuk masuk ke dalam kesepakatan ini, atau bahwa Anda adalah orang tua atau wali sah dari anak di bawah umur yang menyerahkan artikel.
 
Satu file saja.
batasnya 32 MB.
Jenis yang diizinkan: txt, rtf, pdf, doc, docx, odt, ppt, pptx, odp, xls, xlsx, ods.