6 Kiat Membuat Slide Presentasi Keren dari Ahli Presentasi TED
Penulis : Amanda Miller
  • Casey Gerald speaks at TED2016 – Dream, February 15-19, 2016, Vancouver Convention Center, Vancouver, Canada. Photo: Bret Hartman / TED
    Casey Gerald speaks at TED2016 – Dream, February 15-19, 2016, Vancouver Convention Center, Vancouver, Canada. Photo: Bret Hartman / TED

Slide adalah bagian yang diharapkan dan penting dari sebagian besar pidato dan presentasi. Slide dapat menyederhanakan informasi atau pesan yang kompleks, menampilkan gambar yang relevan, dan membantu menarik perhatian audiens. Tetapi cukup sering, slide terbaik bukan yang membuat orang duduk dan berkomentar tentang seberapa baik slide itu; alih-alih, slide yang baik adalah slide yang diterima orang tanpa benar-benar memperhatikan karena kontennya disampaikan dengan mudah dan cocok dengan kata-kata pembicara.

Dibanding sebelumnya, saat ini lebih penting untuk memperlihatkan slide berkualitas tinggi. "Kami hidup dalam budaya visual," kata Paul Jurczynski, salah satu pendiri Improve Presentation dan salah satu orang yang bekerja dengan para pembicara TED untuk merombak slide mereka. “Semuanya visual. Instagram sedang nge-tren, dan jarang sekali Anda bisa mendapatkan gambar-gambar yang jelek di sana. Tren yang sama juga terjadi pada slide presentasi. Dia mengatakan tidak ada jumlah slide yang ‘benar’. Namun, penting bagi setiap slide yang ditampilkan - bahkan slide yang kosong ‘nyambung dengan cerita yang Anda sampaikan’. Di sini, ia berbagi 6 kiat khusus untuk membuat slide yang efektif. (Catatan: Semua contoh di bawah ini diambil dari slide pembicara TED.)

1. JAGA AGAR SLIDE ANDA TETAP SEDERHANA DAN RINGKAS

Kesalahan paling umum yang saya lihat adalah slide yang terlalu penuh. Orang-orang cenderung ingin menguraikan semuanya dan menyampaikan terlalu banyak informasi, ”kata Jurczynski. Slide yang seperti tumpukan cucian di tempat cuci piring ini terlihat tidak menarik dan amatir, slide seperti ini juga mengalihkan perhatian audiens dari apa yang Anda katakan. Tentu Anda ingin mereka mendengarkan kata-kata yang Anda hamburkan, tidak terganggu dengan tampilan slide yang penuh sesak.

Aturan utamanya adalah memiliki satu klaim atau ide per slide. Jika Anda memiliki lebih banyak hal untuk disampaikan, letakkan itu di slide berikutnya,” kata Jurczynski. Ciri khas lain dari slide yang keren: kata dan gambar ditempatkan sedemikian rupa dimulai dari bagian di mana secara alami paling awal dipandang oleh mata penonton. Gunakan posisi, ukuran, bentuk, dan warna visual Anda untuk memperjelas apa yang harus didahulukan, kedua dan seterusnya. “Anda tidak hanya mengendalikan apa yang dilihat audiens; Anda juga perlu mengatur bagaimana mereka melihatnya, ”kata Jurczynski.

Sebelum: Too Crowded

Sumber: https://ideas.ted.com/

Sesudah: Mudah dipahami 

Sumber: https://ideas.ted.com/

Sumber: https://ideas.ted.com/

2 PILIH WARNA DAN FONT DENGAN HATI-HATI

Sebelum: Font yang lemah dan sulit dibaca, warnanya kabur

Sumber: https://ideas.ted.com/

Sesudah: Font yang kuat, warna mencolok tapi tidak berlebihan

https://ideas.ted.com/

Sumber: https://ideas.ted.com/

Warna dan font ibarat bumbu bagi presentasi Anda. Saat digunakan secara bijak dan tujuan tertentu,  warna dan font akan mengangkat mutu slide Anda, tetapi ketika dilemparkan dengan sembarangan, mereka akan membuat slide Anda berantakan.

Mari kita mulai dengan warna. "Warna adalah cara utama untuk berkomunikasi secara visual dan untuk membangkitkan emosi," kata Jurczynski. "Ini bisa menjadi pengubah permainan." Anda mungkin akan terdorong untuk memilih warna favorit Anda dan mulai dari sana, tetapi penting untuk menggunakan warna dengan tujuan." Misalnya, jika Anda memberikan presentasi tentang topik positif, Anda akan ingin menggunakan warna-warna cerah dan menyenangkan. Tetapi jika Anda berbicara tentang subjek serius seperti kekerasan senjata atau kanker paru-paru, Anda mungkin memilih warna yang lebih gelap atau netral.

Meskipun bisa menggunakan beragam warna dalam presentasi Anda, secara keseluruhan Anda perlu mematuhi skema warna atau palet yang konsisten. "Kabar baiknya adalah Anda tidak perlu gelar sarjana teori warna untuk membangun skema warna atau palet ini," kata Jurczynski. Banyak situs gratis - seperti Coolors atau Color Hunt - yang dapat membantu Anda menyusun skema warna.
 

3. JANGAN PUAS DENGAN VISUAL KLISE

Pilih hanya satu atau dua jenis font, dan pastikan semuanya cocok dengan nada presentasi Anda. "Anda tidak harus selalu menggunakan font yang ada di PowerPoint atau program apa pun yang Anda gunakan,” kata Jurczynski. “Orang-orang sekarang merancang dan berbagi font di berbagai program yang mudah diinstal. Ini merupakan terobosan yang luar biasa. "Bereksperimen lah. Coba ganti font yang biasa digunakan seperti Arial dengan Lato atau Bebas, dua dari banyak font yang kurang dikenal tersedia online. Paling penting: "Gunakan font yang cukup besar, yang orang sering lupa melakukannya," saran Jurczynski. Teks Anda harus terbaca dan cukup besar untuk dibaca dari belakang ruangan, ia merekomendasikan - sekitar 30 pt atau lebih.

Saat Anda mencoba mengilustrasikan konsep, melampaui ide pertama yang muncul di benak Anda. Mengapa? Alasan itu muncul begitu mudah mungkin karena itu klise. Misalnya, ”bola lampu sebagai simbol inovasi sudah sangat lelah,” kata Jurczynski. Metafora yang sering digunakan lainnya termasuk target mata banteng atau berjabat tangan. Setelah Anda menemukan simbol atau ide Anda, ia menyarankan orang untuk menolak iming-iming gambar Google (di mana ada terlalu banyak pilihan berkualitas rendah dan klise) dan jelajahi situs gambar gratis lainnya seperti Unsplash untuk menemukan visual yang lebih unik. Satu trik, jika Anda menggunakan stock, tambahkan dengan color overlay (seperti pada gambar disamping) atau atur dengan beberapa cara lain untuk menangkal - atau setidaknya meredam - stock-i-ness-nya.

Sumber potensial untuk mendapatkan gambar adalah yang paling dekat. "Jika itu sesuai dengan alur cerita, saya mendorong orang untuk menggunakan gambar milik Anda," Kata Jurczynski. “Seorang dokter yang menjadi pembicara TED Talk, menggunakan foto pengalamannya merawat orang di Afrika. Gambar itu yang dia butuhkan. Gambarnya sangat kuat.” Peringatan utama: Setiap foto pribadi harus mendukung pidato atau presentasi Anda. Jangan menyia-nyiakan waktu berharga audiens Anda dengan menunjukkan kepada mereka gambar serampangan anak atau kakek-nenek Anda.

Sebelum: Stok foto peng-adeganan untuk menggambarkan kerja team 

Sumber: https://ideas.ted.com/

Sesudah: Foto yang eye-catching  untuk mengilustrasikan kerja team

https://ideas.ted.com/

Sumber: https://ideas.ted.com/

4. JANGAN TERJEBAK OLEH CHART DAN GRAFIK

Kurang juga bisa berarti lebih untuk urusan visualisasi data. Pastikan chart atau grafik apa pun tetap ramping. Saat membangunnya, tanyakan pada diri sendiri pertanyaan-pertanyaan ini:

Anda bisa meng-highlight angka kunci atau data poin menggunakan warna, font tebal, memperbesar font atau melakukan beberapa visual treatment lainnya untuk membuatnya menonjol.

Peta adalah infografis lain yang umum digunakan. Sekali lagi, lakukan pembatasan dan gunakan hanya jika itu dapat memperkaya pidato atau presentasi Anda. "Kadang-kadang, orang memasang peta karena tidak tahu harus menampilkan apa lagi," kata Jurczynski. Dia menyarankan untuk menggunakan label, skema warna atau highlighting untuk mengarahkan audiens Anda ke mana harus melihat. Dia menambahkan, jika Anda memiliki keterampilan atau mengenal seorang seniman, "Anda bahkan dapat mempertimbangkan peta yang digambar tangan.”

Sebelum: Yikes! Mana yang penting?

https://ideas.ted.com/

Sesudah: Informasi menjadi lebih jelas

https://ideas.ted.com/

Sumber: https://ideas.ted.com/

5. JANGAN TAKUT SLIDE KOSONG

Ini mungkin tampak berlawanan dengan intuisi, tetapi pada titik-titik tertentu dalam pidato atau presentasi Anda, visual terbaik adalah ... tanpa visual sama sekali. "Pada awalnya, saya bukan penggemar slide kosong," kata Jurczynski. "Tapi semakin banyak saya melihat pembicara menyajikan presentasinya, semakin saya menyukai mereka, karena kadang-kadang Anda ingin semua perhatian pada diri Anda sendiri dan Anda tidak ingin audiens terganggu oleh apa yang mereka    lihat di slide. Atau, Anda dapat menggunakannya untuk memberi istirahat visual kepada audiens setelah melihat serangkaian slide. Slide kosong juga bisa Anda pakai untuk mengubah mood atau tempo presentasi. ”

Slide kosong setara dengan jeda visual, dan sebagian besar cerita bisa menggunakan setidaknya satu. Dan dengan slide kosong, Jurczynski memiliki satu saran utama: "Jangan gunakan slide putih kosong, karena jika Anda melakukannya, orang akan melihatnya dan berpikir ada sesuatu yang rusak.”

6. INGATLAH UNTUK BERLATIH 

Apa cara termudah untuk mengetahui apakah slide Anda benar-benar berfungsi?  Minta kolega, teman atau anggota keluarga untuk melihat Anda melakukan seluruh bagian presentasi Anda. Kadang-kadang, orang bisa begitu terbawa dengan melatih cara penyampaian dan menghafal kata-kata mereka sehingga mereka lupa untuk memastikan slide mereka bisa melengkapi dan selaras dengan apa yang mereka katakan.

“Bahkan jika Anda memiliki visual terbaik di dunia, Anda perlu berlatih di depan orang lain. Setelah Anda mulai berlatih, Anda mungkin melihat, "Saya berbicara tentang kisah sedih, tetapi pada slide di belakang saya, saya memiliki sesuatu yang lucu dan itu tidak masuk akal, '" kata Jurczynski. "Atau,' Oh, ini bisa menjadi tempat yang bagus untuk slide kosong. " 

Tidak ingin orang menguap dan mengantuk saat Anda presentasi? Sebelum Anda menyampaikan pidato dan melakukan presentasi, pelajari cara membuat slide yang keren dengan mengikuti aturan-aturan ini:

  1. Jaga agar slide Anda tetap sederhana dan ringkas
  2. Pilih warna dan font dengan hati-hati
  3. Jangan puas dengan visual klise
  4. Jangan terjebak oleh chart dan grafik
  5. Jangan takut slide kosong
  6. Ingatlah untuk berlatih

Artikel ini diterjemahkan dari artikel https://ideas.ted.com/6-dos-and-donts-for-next-level-slides-from-a-ted-presentation-expert/?utm_campaign=social&utm_medium=referral&utm_source=facebook.com&utm_content=ideas-blog&utm_term=business&fbclid=IwAR3OXW1Qz00QQ2nIVFhUP6RFMT390I3LEOaDJaIQQcYOsAz0yy1AijNt8Vc

Submission Agreement

Terimakasih atas  ketertarikan Anda untuk mengirimkan artikel ke BaKTINews. Dengan menyetujui pernyataan ini, Anda memberikan izin kepada BaKTINews untuk mengedit dan mempublikasikan artikel Anda di situs web dan situs afiliasinya, dan dalam bentuk publikasi lainnya.
Redaksi BaKTINews tidak memberikan imbalan kepada penulis untuk setiap artikel yang dimuat.  Redaksi akan mempromosikan artikel Anda melalui situs kami dan saluran media sosial kami.
Dengan mengirimkan artikel Anda ke BaKTINews dan menandatangani kesepakatan ini, Anda menegaskan bahwa artikel Anda adalah asli hasil karya Anda, bahwa Anda memiliki hak cipta atas artikel ini, bahwa tidak ada orang lain yang memiliki hak untuk ini, dan bahwa konten Artikel Anda tidak mencemarkan nama baik atau melanggar hak, hak cipta, merek dagang, privasi, atau reputasi pihak ketiga mana pun.

Anda menegaskan bahwa Anda setidaknya berusia 18 tahun dan kemampuan untuk masuk ke dalam kesepakatan ini, atau bahwa Anda adalah orang tua atau wali sah dari anak di bawah umur yang menyerahkan artikel.
 
Satu file saja.
batasnya 32 MB.
Jenis yang diizinkan: txt, rtf, pdf, doc, docx, odt, ppt, pptx, odp, xls, xlsx, ods.