18 Pelatihan dan Masih Akan Terus Bertambah
  • Foto: Syaifullah untuk Yayasan BaKTI
    Foto: Syaifullah untuk Yayasan BaKTI

Alfrida adalah satu dari 40 peserta workshop evaluasi kegiatan sosialisasi untuk Sekber BANGGA Papua Kabupaten Paniai. Alfrida memang bukan anggota Sekretariat Bersama (Sekber) BANGGA Papua Kabupaten Paniai, tapi oleh Sekber Paniai tenaganya sangat dibutuhkan mengingat Alfrida, dan teman-temannya sesama kader Posyandu menjadi garda terdepan yang membantu Sekber Paniai mengumpulkan data calon penerima manfaat BANGGA Papua dan sekaligus mensosialisasikan program tersebut di tingkat kampung. Ada yang datang dari kampung di sekitar Madi dan Enarotali, tapi ada juga yang datang dari Distrik Obano, distrik di seberang danau Paniai yang harus ditempuh dengan speed boat melintasi danau yang dingin. Salah satunya adalah Alfrida Pigai, perempuan berambut pendek yang sehari-harinya bertugas sebagai kader Posyandu di Distrik Obano.

Melatih Beragam Tokoh Kunci
Melalui mandat yang diterima BaKTI  untuk meningkatkan kapasitas komunikasi anggota Sekber Provinsi dan Sekber Kabupaten serta mitra-mitranya. BaKTI melakukan serangkaian pelatihan, sejak Maret 2018 hingga September 2019, BaKTI telah menggelar 18 pelatihan komunikasi.  Kegiatan yang dikemas dalam bentuk workshop, training of trainer (ToT), mentoring bahkan konsultasi di tingkat provinsi dan kabupaten di 3 kabupaten uji coba BANGGA Papua yaitu Asmat, Lanny Jaya dan Paniai. 

Hingga September 2019, BaKTI telah melatih 298 orang melalui 18 pelatihan komunikasi anggota Sekber Provinsi dan Sekber Kabupaten yang terdiri dari staf dinas-dinas terkait pelaksanaan program BANGGA Papua, lembaga pemerintah lain, staf pemerintahan distrik (kecamatan) dan staf pemerintahan kampung. 

Peningkatan kapasitas komunikasi anggota Sekber ini amat penting karena mereka adalah cikal bakal pelatih dan pendamping untuk pelaksana program di tingkat kabupaten dan distrik. Kemampuan melakukan sosialisasi program secara efektif perlu mereka kuasai dengan baik. 

Tantangan geografis wilayah dan keterbatasan sumber daya membuat Sekber Kabupaten harus berpikir kreatif mencari mitra kerja untuk membantu tugasnya. Jumlah anggota sekber dan dana operasional yang terbatas membuat mereka tidak mampu menjangkau calon-calon penerima manfaat program di pelosok kabupaten. Untuk itulah mereka harus mencari dan berkolaborasi dengan mitra pendukung di kabupaten,  tokoh kunci yang didengar dan dipercaya oleh masyarakat diharapkan berperan penting dalam mensosialisasikan BANGGA Papua kepada calon penerima manfaat, termasuk melakukan edukasi tentang penggunaan dana BANGGA Papua yang benar sesuai dengan tujuannya.  

Mitra pendukung ini terdiri dari kader Posyandu, bidan Puskesmas/kampung, tokoh agama, tokoh perempuan, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan anggota Tim Penggerak PKK di provinsi dan kabupaten.  Setidaknya terdapat 105 mitra pendukung di tingkat provinsi dan kabupaten yang telah mengikuti pelatihan komunikasi. Dari 18 pelatihan komunikasi yang dilakukan, mayoritas peserta pelatihan adalah orang asli Papua yaitu 217 orang, atau sebesar 72,8 persen dari seluruh peserta pelatihan. Statistik ini sangat menggembirakan  karena ini berarti ada banyak orang asli Papua yang mendapatkan penguatan kapasitas dan peningkatan pengetahuan komunikasi melalui  berbagai pelatihan yang difasilitasi oleh BaKTI.

Memberdayakan Perempuan 
Hal lain yang menarik dari data yang dihimpun terkait pelatihan komunikasi yang difasilitasi BaKTI adalah bahwa 41,3 persen dari seluruh peserta pelatihan (123 orang) adalah perempuan. Walau angka ini memang belum menunjukkan perbandingan yang seimbang antara peserta pelatihan laki-laki dan perempuan, namun perbedaan angka persentase keduanya tidak mencolok (41,3 persen dan 58,7 persen). Pada kenyataannya, anggota Sekber provinsi maupun Sekber kabupaten memang didominasi oleh laki-laki.

Namun demikian, ada tren menarik yang terjadi setelah pelaksanaan BANGGA Papua berjalan hampir setahun. Jumlah perempuan yang terlibat dalam program ini semakin bertambah. Apalagi ketika Sekber Kabupaten mulai menggandeng mitra-mitra seperti kader Posyandu, bidan kampung, bidan Puskesmas, petugas kesehatan lain, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh perempuan, tokoh pemuda dan anggota Tim Penggerak PKK. 

Karena peran mereka yang penting dan layanan intensif yang telah mereka berikan kepada masyarakat, masyarakat mendengarkan nasihat mereka. Masyarakat percaya kepada mereka. Karena itulah Sekber Kabupaten membangun kerjasama dengan mereka untuk menjangkau calon-calon penerima manfaat hingga ke tingkat kampung.

Paniai kembali menjadi kabupaten yang paling banyak menyumbangkan peserta pelatihan perempuan. Sampai September 2019, telah ada 42 perempuan yang ikut serta dalam pelatihan komunikasi. Angka ini mencakup 34,1 persen dari total jumlah perempuan peserta pelatihan. Kabupaten Asmat menyusul Paniai dengan 33 peserta perempuan (26,8 persen) dan Lanny Jaya menyumbangkan angka 20 orang peserta perempuan (16,3 persen). Di tingkat provinsi,  sebanyak 28 peserta perempuan atau 22,8 persen).

Merancang Pelatihan Sesuai Kebutuhan
Satu-satunya pelatihan dengan materi yang sama yang dilakukan untuk Sekber Provinsi dan Sekber Kabupaten adalah ToT (training of trainers) Komunikasi Persuasif.  Tujuan pelatihan ini agar anggota Sekber memahami dengan baik cara melakukan sosialisasi program secara efektif. Selain itu, mereka dibekali kemampuan untuk melakukan pelatihan yang sa