SAIK dan Perbaikan Tata kelola Kampung Bis Agats
Penulis : Petrus Supardi
  • Foto: Desy Mutialim/Yayasan BaKTI
    Foto: Desy Mutialim/Yayasan BaKTI

“Tahun 2019 ini, kami sudah anggarkan biaya pemutakhiran data penduduk berbasis SAIK. Ketua RT dan RW akan membantu kader kampung untuk melakukan pengecekan dari rumah ke rumah supaya data warga menjadi lebih akurat. Melalui data SAIK yang akurat, perencanaan pembangunan di kampung Bis Agats akan menjadi lebih tepat sasaran”.

Wilibrodus Samderubun
Kepala Kampung Bis Agats

Saat ini, kampung-kampung di seluruh Indonesia sedang giat membangun kampungnya. Warga kampung berjumpa dalam musyawarah kampung. Di dalam musyawarah tersebut, mereka memutuskan program pembangunan di kampung. Pada akhirnya, mereka sendiri terlibat mengerjakan berbagai program pembangunan di kampung.

Musyarawah kampung menjadi momentum warga kampung membicarakan masa depan kampung. Tetapi, apa dasar mereka berbicara tentang kampung? Pada titik ini, tidak dapat dimungkiri bahwa data kampung memiliki peran strategis dalam perencanaan masa depan kampung.

Di Papua, tepatnya di Kabupaten Asmat, bagaimana mendorong pemerintahan kampung memiliki data kampung? Bagaimana mendorong pemerintahan kampung bersama warganya menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kampung (RPJMK) yang partisipatif dan berbasis data?

Untuk mendukung ketersediaan data di kampung, LANDASAN II hadir di Asmat dan memperkenalkan Sistem Administrasi dan Informasi Kampung (SAIK). Melalui aplikasi SAIK, data kampung dapat dengan mudah diakses dan dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan perencanaan pembangunan kampung.  Selain itu, di dalam aplikasi SAIK tersedia pula format data administrasi, terutama surat menyurat bagi warga kampung.

Salah satu kampung di Distrik Agats, yang pro-aktif menyediakan data penduduk dalam aplikasi SAIK yaitu kampung Bis Agats. Kampung ini terletak di tengah kota Agats, yang merupakan ibu kota kabupaten Asmat. Dalam menyiapkan pendataan berbasis SAIK, kepala kampung Bis Agats, Wilibrodus Samderubun mengangkat kader kampung. Kini, kader kampung aktif mengoperasikan SAIK.  

Kader kampung Bis Agats, Erold Msen. Ia bekerja keras sejak Mei 2017 untuk melakukan pendataan penduduk kampung Bis Agats menggunakan format SAIK. Ia melakukan pendataan di Kampung Bis Agats yang terdiri atas 8 RT. Kini, sudah dimekarkan menjadi 16 RT.

Sejak pertengahan 2018, Erold tidak bekerja sendirian. Ia dibantu oleh Ambana dan Berto. “Kami ambil data warga kampung menggunakan format SAIK. Kemudian, kami input ke dalam aplikasi SAIK di komputer” tutur Erold sambil memperlihatkan data SAIK di komputernya.

Kini, seluruh warga kampung Bis Agats sudah terdata di dalam aplikasi SAIK. Jumlah penduduk yang terinput di SAIK adalah 3.249 jiwa. “Saya lihat ada anggaran di APBK 2019 untuk pemutakhiran data SAIK. Jadi, kalau dana desa sudah cair, kami akan pergi ke setiap RT untuk melakukan pembaruan data penduduk,” tambah Erold.

Kehadiran Erold Msen, Ambana Karubaba dan Alberto Y.P. Kaiba mengubah wajah kantor kampung Bis Agats. Sebelumnya, kantor kampung Bis Agats sepi lantaran aparat pemerintahan kampung jarang masuk. Kini, suasana di kantor terlihat ramai, baik oleh aparat kampung maupun warga yang datang silih berganti untuk mengurus keperluan administrasi kependudukan.

Erold menjelaskan bahwa SAIK tidak hanya berguna untuk melihat data penduduk, tetapi juga mempermudah pembuatan surat keterangan bagi warga kampung. Setiap warga kampung yang membutuhkan surat pengantar dengan mudah diproses karena namanya sudah ada di dalam data SAIK.

“SAIK ini sangat membantu pemerintahan kampung dalam mengurus surat menyurat. Di dalam aplikasi SAIK sudah ada format surat. Misalnya, surat keterangan domisili, surat keterangan usaha, surat keterangan miskin dan lain-lain. Kalau warga kampung datang minta surat keterangan, kami masukkan NIK langsung print sesuai surat yang diperlukan” jelas Erold.

Kepala kampung Bis Agats, Wilibrodus Samderubun
Kepala kampung Bis Agats, Wilibrodus Samderubun
Foto: Petrus Supardi


Data SAIK pun telah dimanfaatkan oleh pemerintahan kampung Bis Agats untuk penyusunan RPJM kampung. Pada tahun 2017, kampung Bis Agats menyusun dokumen RPJM kampung menggunakan data SAIK. Data SAIK menjadi data dasar pada Bab 2 RPJM kampung yang memuat profil kampung. Selain itu, data SAIK dimanfaatkan untuk menganalisis kebutuhan pembangunan kampung ke depan.

“Saya sangat berterima kasih kepada Program LANDASAN II yang sudah datang membantu kami di Asmat. Secara khusus, kami pemerintahan kampung Bis Agats sangat berterima kasih karena melalui SAIK kami dapat mengetahui jumlah penduduk secara akurat,” tutur Kepala Kampung Bis Agats, Wilibrodus Samderubun.

Untuk meningkatkan pelayanan terhadap warga Kampung Bis Agats, pada APBK tahun 2019, Kampung Bis Agats telah menganggarkan pembelian motor Viar. “Kami beli motor Viar supaya setiap kegiatan kampung kami bisa umumkan kepada seluruh warga Kampung Bis Agats. Kami akan sampaikan kepada setiap warga untuk mengurus KK, KTP, akta lahir anak dengan menggunakan motor Viar ini. Termasuk sosialisasi HIV-AIDS dan bahaya miras pun kami akan gunakan motor Viar,” tegas kepala kampung yang tiba di Agats pada tahun 1969 ini.

Pihaknya juga akan membangun balai kampung Bis Agats. “Kami sudah anggarkan di APBK 2019 untuk pembangunan balai kampung. Kami akan gunakan balai sebagai tempat pertemuan, pelatihan dan sosialisasi HIV-AIDS dan berbagai kegiatan lainnya,” tutur Wilibrodus.

Data SAIK berkontribusi nyata pada semangat perbaikan tata kelola Kampung Bis Agats. Demi efektivitas pemutakhiran data warga kampung Bis Agats, Wilibrodus telah menganggarkan dana di APBK 2019. Dana tersebut akan digunakan oleh ketua RT dan kader kampung Bis Agats untuk pergi ke setiap rumah dan melakukan pemutakhiran data penduduk.  

“Kami anggarkan dana untuk RT dan kader kampung melakukan pendataan terhadap warga kampung Bis Agats yang belum terdata. Kader kampung tidak akan kerja sendiri. Mereka akan dibantu oleh RT dan RW. Jadi, pada tahap pertama di tahun 2019 ini, kader kampung dan RT sama-sama melakukan pendataan dari rumah ke rumah. Ke depan, setiap bulan ketua RT melaporkan status warga RT kepada kader kampung untuk diinput ke dalam aplikasi SAIK,” tutur pria kelahiran Tual, tahun 1950 ini.

Saat ini, pemerintahan Kampung Bis Agats telah memberikan honor kepada RT dan RW. Melalui honor yang diterima diharapkan ketua RT dan RW bisa bekerja efektif, terutama memastikan penduduk di RT dan RW masing-masing. Sebab, ketua RT dan RW yang mengetahui setiap penduduk yang lahir, mati, pindah datang dan pindah pergi keluar.

“Mulai tahun 2019 ini, ketua RT dan RW mendapatkan honor sebesar Rp 500.000 setiap bulan. Kita berharap ketua RT dan RW nanti bekerja efektif. Mereka harus membantu kepala Kampung dalam penyelenggaraan pemerintahan Kampung Bis Agats. Kalau RT dan RW yang tidak mau bekerja, kita akan ganti,” tegasnya.

Kader kampung Bis Agats, Erold Msen sedang melayani warga yang akan mengurus surat di kantor kampung Bis Agats (kiri) Foto : Petrus Supardi
Kader kampung Bis Agats, Erold Msen sedang melayani warga yang akan mengurus surat di kantor kampung Bis Agats
Foto : Petrus Supardi


Untuk mendukung pelayanan ketua RT, pemerintahan Kampung Bis Agats telah menyediakan meja kerja, kursi dan buku pendataan penduduk. Setiap RT akan mendapat meja, kursi dan buku pendataan penduduk. Setiap warga RT akan didata. Kemudian, setiap bulan data penduduk tersebut akan dilaporkan  ke pemerintahan Kampung Bis Agats.

Wilibrodus Samderubun mengatakan bahwa pihaknya akan segera merilis website SAIK Kampung Bis Agats. “Kami akan kasih online website SAIK supaya potret kampung Bis Agats bisa dikenal secara luas. Setiap pembangunan di kampung Bis Agats akan ditampilkan di website SAIK kampung Bis Agats,” tuturnya.

Pria kelahiran Tual itu masih memendam impian terbesarnya. Ia berharap ke depan, Kampung Bis Agats menjadi tempat belajar bagi aparat pemerintahan kampung di Kabupaten Asmat. “Saya berharap, kami memperbaiki tata kelola, termasuk sarana dan prasarana supaya ke depan, kalau orang mau belajar tentang pengelolaan kampung, mereka bisa belajar di sini,” harapnya.

Ia mengatakan bahwa untuk mewujudkan impiannya itu, semua pihak harus membantu dirinya dan aparat pemerintahan Kampung Bis Agats. Sebab, perbaikan tata kelola tidak semudah membalikkan telapak tangan. Apa lagi kondisi sosial budaya di Asmat sangat menantang sehingga membutuhkan kerjasama semua pihak, terutama pemerintahan Distrik Agats, DPMPK dan semua stakeholder terkait lainnya.

“Saya sangat berharap pemerintahan Distrik Agats, DPMPK, KOMPAK-LANDASAN II, P3MD membantu kami. Tolong bimbing kami, terutama dalam upaya perbaikan tata kelola kampung supaya ke depan, kami dapat melayani warga Kampung Bis Agats dengan lebih baik lagi,” paparnya penuh harap.

Submission Agreement

Terimakasih atas  ketertarikan Anda untuk mengirimkan artikel ke BaKTINews. Dengan menyetujui pernyataan ini, Anda memberikan izin kepada BaKTINews untuk mengedit dan mempublikasikan artikel Anda di situs web dan situs afiliasinya, dan dalam bentuk publikasi lainnya.
Redaksi BaKTINews tidak memberikan imbalan kepada penulis untuk setiap artikel yang dimuat.  Redaksi akan mempromosikan artikel Anda melalui situs kami dan saluran media sosial kami.
Dengan mengirimkan artikel Anda ke BaKTINews dan menandatangani kesepakatan ini, Anda menegaskan bahwa artikel Anda adalah asli hasil karya Anda, bahwa Anda memiliki hak cipta atas artikel ini, bahwa tidak ada orang lain yang memiliki hak untuk ini, dan bahwa konten Artikel Anda tidak mencemarkan nama baik atau melanggar hak, hak cipta, merek dagang, privasi, atau reputasi pihak ketiga mana pun.

Anda menegaskan bahwa Anda setidaknya berusia 18 tahun dan kemampuan untuk masuk ke dalam kesepakatan ini, atau bahwa Anda adalah orang tua atau wali sah dari anak di bawah umur yang menyerahkan artikel.
 
Satu file saja.
batasnya 32 MB.
Jenis yang diizinkan: txt, rtf, pdf, doc, docx, odt, ppt, pptx, odp, xls, xlsx, ods.